oleh

Seorang Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Eks Bangunan Kos-Kosan

Semarang – Mayat beridentitas laki-laki, Sabtu (22/5/2021) sekitar pukul 14.30, ditemukan di semak-semak eks bangunan kos-kosan di Jalan Setiabudi, Banyumanik, Semarang, tepatnya di tanjakan Gombel atau dekat asrama TNI AL.

Mayat ditemukan dalam keadaan tengkurap dan sekujur badannya tampak dilumuri cairan serta mengeluarkan belatung, dan berbau tak sedap. Diduga mayat tersebut sudah meninggal sekitar dua harian.

Saat ditemukan, jenazah tampak mengenakan pakaian berwarna hitam dan celana warna hitam serta mengenakan sandal. Di tempat kejadian perkara (TKP) itu, masih terlihat adanya kasur karena diduga bangunan tersebut adalah eks kos-kosan yang terbengkalai.

“Ini dari hasil cek TKP dari Polsek Banyumanik maupun dari Polrestabes Semarang, mayat yang ada di bangunan yang terbengkalai. Kondisi sudah mulai membusuk dan keluar belatung,” kata Kapolsek Banyumanik, Kompol Benny Hartawan kepada Gnews. Id.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jenazah laki-laki yang bekerja sebagai pemulung karena di temukan terdapat beberapa hasil rongsokan seperti plastik, karung dan koran.

“Selain itu ditemukan karung yang berisi plastik, karena itu untuk sementara mayat diduga pemulung. Jenazah yang berjenis kelamin laki-laki. Dan kebetulan tidak ada identitas, ” jelasnya.

Bangunan bekas kos-kosan di sekitar Gombel Semarang, tempat ditemukannya jenazah laki-laki yang diduga pemulung (Foto: Dicky Tifani Badi/RedG)

Dalam penemuan mayat tersebut, Tim Inafis Polrestabes Semarang bersama relawan untuk melakukan proses evakuasi jenazah dan selanjutnya dibawa ke RSUP Kariadi untuk diproses lebih lanjut.

“Inafis akan membawa jenazah ke RSUP Kariadi, ” imbuhnya.

Sementara itu, Heri Sulistyo seorang pemulung yang pernah tinggal dibangunan bekas kos-kosan itu mengaku, dua tahun yang lalu ia menempati gedung tersebut. “Biasanya, gedung digunakan para pemulung yang tidak memiliki tempat tinggal,” ujarnya.

Hanya saja Heri pun tak tahu identitas mayat yang ditemukan tersebut. “Berhubung saya sudah pindah di kontrakan, sehingga saya tidak mengenali jenazah itu,” imbuhnya.

Baca Juga  Belajar Wirausaha, Prodi PGMI KKL di SDN Sarirejo Kartini Semarang

Saat proses evakuasi jenazah, arus lalu lintas jalan menuju arah Banyumanik mengalami kemacetan disebabkan para pengendara yang berhenti maupun melambatkan laju kendaraanya karena penasaran dengan penemuan jenazah tak dikenal itu. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed