Tim Purnama Merindu menghibur masyarakat Karimunkawa

Karimunjawa- Alun-alun Karimunjawa pada hari Senin (9-11-2020) malam terlihat ramai dikunjungi. Informasi yang dihimpun,
Alun-alun Karimunjawa tampak sepi sekitar 8 bulan yang lalu. Para pedagang oleh-oleh khas  Karimunjawa terlihat lesu, karena hadirnya pengunjung yang tak seramai waktu itu. Tak sepenuhnya alun-alun dilingkari pedagang, hanya separuh alun-alun saja yang dimanfaatkan pedagang mengais rejeki.

Tidak hanya itu saja, ada awal pandemi Covid-19 memang membuat segala sektor terhenti sementara, termasuk dunia pariwisata.

Hal itu disebabkan, penyeberangan menuju Kepulauan Karimunjawa ditutup dan dibuka kembali pada 16 Oktober 2020. Setelah dibukanya penyeberangan, belum sepenuhnya menjadi angin segar.

Masyarakat dan wisatawan harus menyesuaikan kehidupan normal baru (new normal) menerapkan protokol kesehatan dengan ketat guna memerangi penyebaran Covid-19. Mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Adanya seperti itu, seniman-seniman Purnama Merindu Kepulauan Karimunjawa dan seniman-seniman muda yang bermukim di Semarang menggelar Sambung Roso Ndudah Kahanan (red- Menyambung Rasa Membuka Keadaan) di Alun-alun Karimunjawa  untuk menyemangati masyarakat supaya tetap semangat di penghujung pandemi Covid-19.

Salah Satu Tim Purnama Merindu, Kurniawan menjelaskan kegiatan tersebut sebagai penyemangat masyarakat harus bisa menyesuaikan keadaan pandemi Covid-19.

“Adanya kegiatan ini bertujuan menyemangati masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 dan bertepatan pada malam hari Pahlawan supaya masyarakat tetap bersemangat seperti pahlawan yang telah gugur membela NKRI, ” ungkap Kurniawan.

Lebih lanjut Kurniawan mengatakan semenjak awal pandemi sampai kebijakan penyeberangan kapal sistem buka tutup membuat wisatawan sepi pengunjung, barang yang masuk menjadi mahal.

“Hal lain yang menjadi tujuan yaitu menggeliatkan perekonomian, karena menurutnya masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, wisatawan tidak bisa masuk, semua barang mahal, sementara hasil bumi dan laut menjadi murah, “tambah Kurniawan.

Selain itu, Kurniawan menjelaskan kondisi pagebluk yang saat ini masyarakat harus dapat menyesuaikan dengan bertahan hidup.

“Berbagai bantuan membantu meringankan beban masyarakat, dari Pemerintah maupun swasta sangat peduli kepada hampir seluruh masyarakat Kepulauan Karimunjawa yang mayoritas terdampak pandemi Covid-19, ” kata Kurniawan.

Kurniawan juga berharap dengan selama ini masyarakat menjalani kehidupan di era kehidupan normal baru (new normal) tetap semangat untuk menumbuhkan perekonomian kembali sejak dibukanya penyeberangan ke Kepulauan Karimunjawa.

“Acara kesenian ini mengalir menampilkan berbagai pertunjukan diantaranya baca puisi, wayang kontemporer, tari dan musik kolaborasi. Para penampil antusias mempersembahkan penampilannya, ini menjadi dorongan supaya masyarakat juga antusias, ” pungkas Kurniawan.

Hal yang sama juga disampaikan seniman muda yang bermukim di Semarang, Slamet Irfan yang akrab disapa Namex.

Dalam kesempatan tersebut, Namex berharap dengan adanya acara ini menjadikan kesenian menjadi hidup kemudian wisata dan perekonomian kembali lagi menajam.

“Adanya acara ini harapan kami kesenian kembali hidup, kesenian hidup nantinya akan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Karimunjawa, kemudian perekonomian otomatis menjulang kembali, “ujar Namex. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar