oleh

Sekitar 40% Warga Menolak Divaksin, Ini Kata Pemerintah

Jakarta – Lembaga survei Indikator Politik menyebutkan, sekitar 40% Generasi Z atau anak-anak muda kelahiran tahun 1996 – 2015 menolak untuk divaksin Covid-19. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 1 – 3 Februari 2021.

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanudin Muhtadi mengatakan, persentase Gen Z yang tidak mau divaksin memang tidak sampai melampaui persentasi Gen Z yang mau divaksin. Namun, angka Gen Z yang tidak mau divaksin cenderung lebih besar ketimbang generasi di atasnya, termasuk generasi milenial.

“Secara umum, mayoritas warga bersedia untuk diberi vaksin Covid-19 di hampir semua basis demografi. Kecuali kelompok usia 22 – 25 tahun dan kelompok pendidikan SLTP,” ungkapnya dalam presentasi hasil survei Indikator Politik yang bertajuk “Siapa yang Enggan Divaksi”?, Minggu (21/2/2021).

Menyikapi hal ini, Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya akan memperkuat edukasi terkait vaksinasi Covid-19 tersebut. Terutama soal edukasi terkait vaksin Covid-19 aman dan halal.

Dalam memperkuat edukasi ini, pihaknya akan melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari tokoh masyarakat hingga melibatkan influencer.

“Sikapnya kita perlu perkuat edukasi ya,” ujar Nadia kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Disamping itu, Nadia juga tetap mengingatkan kepada masyarakat, bawah selama menunggu giliran untuk divaksin, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

“Dan selama menunggu vaksinasi tetap menjalan prokes. Karena vaksin melindungi diri kita dan juga keluarga kita,” tandasnya. (RedG/ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed