oleh

Segi Tiga Emas Sukseskan Anak Dalam Menuntut Ilmu

                 SRI TAHAENI, S.Ag
Kepala Sekolah SDN 02 Beluk Kecamatan Belik

 

Ilmu merupakan segala bentuk proses kegiatan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu dengan cara memakai alat, cara, metode, dan prosedur. Lalu akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang baru untuk manusia itu sendiri. Orang yang berilmu artinya orang yang memiliki pengetahuan, pemahaman, dasar, dan memiliki batasan ilmu sesuai dengan cara ia mencari suatu ilmu yang dimilikinya.

Ilmu adalah cahaya, demikian kalimat yang sering kita dengar atau bahkan sudah mengakar kuat dalam kehidupan . Tidak ada yang salah memang, ilmu merupakan sebuah cahaya yang dapat membimbing kita ke arah sebagaimana mestinya. Ilmu adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan. Imam Syafi’I mengatakan “ Bila kita menginginkan seseuatu urusan dunia, maka diperlukan ilmu, demikian jika kita menginginkan pahala akhirat maka di perlukan ilmu. “

Jika ilmu bermanfaat maka akan menjadi sumber ketenangan hidup yang disebabkan dalam diri pemiliknya ada rasa takut dan ketundukan total kepada Yang Maha Kuasa, maka tepatlah doa yang di ajarkan Nabi SAW. “ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik lagi halal serta amal yang diterima ( HR. Ahmad dan Ibnu Majjah ).

Lalu bagaimana caranya agar mudah memahami ilmu atau pengetahuan yang baru disampaikan oleh sang guru ataupun dari pengalaman? Ada tiga kunci utama sukses dan berhasil dalam menuntut ilmu: 1). Kesungguhan Seorang Guru.  2).Kesungguhan Seorang Murid. 3).Kesungguhan Orang Tua

Tugas dan tanggung jawab seorang guru memang sangat besar, keberhasilan dan kesuksesan dari seorang murid salah satunya ditentukan oleh kesungguhan guru dalam mengajar. Dalam menyampaikan ilmu atau materi seorang guru harus bersungguh-sungguh menyampaikan dengan maksimal apa yang dimiliknya. Kesungguhan dari seorang guru adalah kunci keberhasilan siswa.

Baca Juga  Patroli Perairan Sat Polair Polres Bangka Barat, Sampaikan Himbauan Prokes

Guru yang memiliki kesungguhan dalam menyampaikan ilmu secara tidak lagsung juga mendorong atau mensugesti para siswanya agar  bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Kesungguhan guru dan murid merupakan dua hal yang  tidak dapat dilepaskan. Dua hal ini menjadi salah satu komponen pokok terciptanya pembelajaran yang berhasil. Guru yang bersungguh-sungguh, tapi tidak diikuti kesungguhan dari seorang murid  maka tidak bisa sukses juga proses transfer ilmu yang sedang dilakukan, begitupun sebaliknya.

Sebagai pencari ilmu, murid dituntut untuk bersungguh-sungguh. Karena dengan kesungguhan inilah seorang murid bisa mencapai apa yang dia inginkan. Sebagaimana pepatah arab yang sering kita dengar Man jadda Wajjada, Barang siapa bersungguh-sungguh, Ia akan mencapai tujuanya” Pepatah ini seoalah-olah menegaskan bahwasanya kesungguhan adalah kunci untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. Lingkungan pendidikan pertama seorang anak adalah orang tuanya dalam hal ini orang tua berkewajiban mendidik serta memenuhi kebutuhan dan memberikan dukungan (social support) kepada anaknya untuk meraih cita-citanya.

Pentingnya social support dari orang tua dalam pendidikan anak tidak dapat diremehkan. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari dukungan emosional hingga dukungan praktis dalam belajar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa social support dari orang tua penting bagi pendidikan anak, di antaranya; Pertama, motivasi dan dukungan emosional: Orang tua yang memberikan dukungan kepada anak mereka dapat membantu meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Dengan memberikan pujian, dorongan, dan perhatian positif, orang tua dapat membantu anak merasa percaya diri dan termotivasi untuk mencapai kesuksesan akademik. Kedua, pembentukan karakter atau kebiasaan. Orang tua sangat berperan penting dalam membantu membentuk karakter positif anak.

Melalui komunikasi terbuka serta memberikan pengawasan, orang tua dapat mengajarkan pentingnya pendidikan, kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab kepada anak-anak mereka. Kebiasaan belajar yang baik yang ditanamkan oleh orang tua dapat berlanjut sepanjang hidup anak. ​Ketiga, orang tua sebagai guru. Orang tua dapat berperan sebagai guru bagi anak-anak mereka. Mereka dapat meluangkan waktu untuk membantu anak dalam mengerjakan tugas atau PR mengajarkan keterampilan belajar, dan memberikan penjelasan tambahan saat anak menghadapi kesulitan dalam memahami materi.

Baca Juga  DPRD Jateng Minta Pemprov Jateng untuk Mengoptimalkan BUMD

Dengan cara ini, orang tua dapat membantu anak mengatasi hambatan belajar dan meraih prestasi yang lebih baik. Tiga kunci utama sukses dalam mencari ilmu sebagaimana yang telah disebutkan di atas merupakan Segitiga Emas yang harus bisa berjalan beriringan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Semoga bermanfaat.

Komentar

Tinggalkan Komentar