oleh

Sawit Indonesia Semakin Membaik, Sumbang 52 persen Pangsa Pasar Minyak Sawit Dunia

PEMALANG – Kinerja ekspor Indonesia pada September 2022 tercatat tumbuh positif sebesar 20,28 persen dengan tiga komoditas unggulan ekspor yaitu besi baja, minyak sawit, dan batu bara. Indonesia dapat menyumbangkan 52 persen minyak sawit terhadap pangsa pasar dunia serta mampu menghasilkan 40 persen dari total minyak nabati dunia. Hal tersebut disampaikan oleh DR Anton Wachidin Widjaja dari President University saat mengisi materi dalam Sosialisasi dan Expo Sawit Baik Indonesia 2023 di Randudongkal, Kabupaten Pemalang.

“Berdasarkan data dari Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Industri kelapa sawit telah menyediakan lapangan pekerjaan sebesar lebih dari 17 juta tenaga kerja. Para pekerja sebanyak itu ada yang terlibat langsung maupun tidak langsung, artinya industri sawit ini sangat bermanfaan untuk bangsa Indonesia,” ujar DR Anton Wachidin Widjaja, Rabu (21/11).

Dalam acara tersebut mengundang Profesor DR Hendrawan Supratikno dari Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang diwakili oleh Tenaga Ahlinya yaitu Allan Yuda Patria. Selain itu hadir pula Muhamad Rahmat dari divisi lembaga pemasarakatan dan civil sociyt Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kementerian Keuangan. Dalam sambutannya, Allan mengatakan, acara sosialisasi tersebut sebagai salah satu wujud nyata kepedulian anggota DPR RI Prof Hendrawan pada masyarakat agar masyarakat Pemalang mendapat pengetahuan baru. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan Pemerintah (LKSP) yang didukung Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kementerian Keuangan. Pihaknya menekankan pada para pelaku usaha untuk bisa mengolah produknya menjadi lebih baik dan menarik. Hal itu dilakukan agar nilai ekonomi atau harga jual produknya lebih tinggi.

Baca Juga  Ini 7 Model Rambut Pria yang Sedang Trend, Dijamin Ganteng!

Dia mengatakan, dalam acara tersebut narasumber pertama Muhamad Rahmat menyampaikan materi yang berjudul peran BPDPKS dalam mendorong peran pembangunan berkelanjutan. Melalui BPDPKS dana yang telah dihimpun akan disalurkan pada masyarakat dalam berbagai bentuk bantuan. Bahkan pada saat Indonesia mengalami kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng, BPDPKS ikut memberikan intensif sehingga harga minya goreng kembali murah.(RedG/*)

Komentar

Tinggalkan Komentar