oleh

Santi Maria Warga Surabaya Dipastikan Sudah Mendapat BST dan KIS

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat ketika mendengar berita tentang keluhan ekonomi keluarga Santi Marisa. Bahkan, Dinas Sosial dan LPMK setempat juga langsung melakukan outreach ke kediaman keluarga Santi Marisa yang tinggal di Jalan Gresikan, Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Hasil outreach tersebut menunjukkan, bahwa keluarga Santi Marisa tinggal di rumah warisan orang tuanya dan bukan kontrak. Di dalam rumah tersebut, Santi tinggal bersama suami dan dua anaknya. Santi hanya sebagai ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dan penghasilannya Rp 100 ribu perhari.

“Sedangkan kondisi rumahnya layak huni,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara Minggu(21/2/2021).

Febri juga memastikan bahwa keluarga ini sudah mendapatkan bantuan berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bahkan, BST itu sudah didapatkannya sejak awal hingga saat ini.

“Jadi, saudara Santi Marisa memang tidak masuk dalam MBR, tapi suaminya yang bernama Ahmad Toha yang merupakan kepala rumah tangga sudah terdaftar dalam MBR, sehingga mendapatkan BST itu. Nah, kalau sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa BST, pasti tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah kota, karena tidak boleh double,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa pelajar Surabaya yang tidak bisa mengikuti sekolah daring karena keterbatasan Handphone atau paket data, maka Dinas Pendidikan Surabaya sudah memfasilitasinya dengan cara guru memberikan tugas selama seminggu, kemudian pihak guru akan mengambil tugas tersebut seminggu kemudian.

“Sistem semacam ini sudah lama digunakan dan itu terus dilakukan hingga saat ini, sehingga orang tua tidak perlu khawatir karena hanya tidak punya HP dan paket data. Apalagi kalau paket data ada bantuan dari kementerian. Bahkan, bisa pula mengikuti pembelajaran melalui televisi, dan selama ini sudah efektif,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolrestabes Surabaya Gagas Gebyar Donor Plasma Darah

Sementara itu, Ribut Selamet, Ketua RT 03 Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari juga memastikan bahwa warganya itu memang sudah mendapatkan bantuan BST dari awal hingga saat ini.

“Kami di RT juga ada catatan di buku RT tentang siapa saja warga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan keluarga tersebut mendapatkan BST mulai awal hingga sekarang,” tegas Ribut Selamet.

Diketahui sebelumnya, Santi Maria (33) mengadu ke Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, Senin (15/2/2021). Saat itun ia tak dapat membendung tangisnya ketika menceritakan kondisi yang menimpa dirinya bersama keluarga.

Dampak pandemi corona benar-benar menghimpit keluarga pekerja serabutan ini pada situasi sangat sulit.

Betapa tidak, untuk sekadar makan, keluarga Santi harus menggadaikan apa saja yang dia miliki.

“HP saya gadaikan Rp 350.000. KK dan KTP juga,” ucap Santi menahan tangis.

Santi harus melakukannya lantaran tidak ada lagi  yang bisa buat makan sehari-hari.

Suaminya, Toha Mustofa, biasa bekerja serabutan jadi kuli proyek. Namun selama pandemi tidak ada lagi pekerjaan. (RedG/bee)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed