Pacitan – Sedikitnya ada lima(5) Guru Pendidikan Agama Islam Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Pacitan hari ini membesuk Muhammad Nurul Huda, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Jawa timur yang menjadi pasien Covid-19 dari cluster Sukolilo, Surabaya.

Gus Huda sapaan akrabnya, menjadi pasien Covid-19 dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pacitan selama enam puluh dua (62) hari. Sudah seminggu ini, ia di pindahkan ke wisma atlit sebagai rumah karantina yang di sediakan oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pacitan.

Namun dalam membesuk, mereka memakai prosedur kesehatan, menjaga jarak dengan pasien positip Covid-19 guna untuk mengantisipasi penularan,

Silaturahmi antara guru MTs dengan Kepala Kemenag Pacitan, ini bukan hanya pembahasan tentang dunia pendidikan di sekolah tapi juga memberikan dukungan, doa dan juga semangat.

Siti Rahmawati, salah satu perwakilan dari Guru Madrasah Tsanawiyah di Pacitan, saat di konfirmasi mengenai kedatangannya ke wisma atlit mengatakan bahwa tujuan ini bukan hanya sekedar pembahasan pendidikan tapi juga bersilaturahmi dengan atasan yang telah lama memberikan bimbingan antara Kepala Kemenag dengan Guru MTs.

“Kedatangan ini secara pribadi, karena secara manusiawi Beliau itu sebagai atasan kami, pembimbing kami bahwa kami juga memberikan dukungan dan motivasi, bahwa beliau bisa melewati semua cobaan ini dengan ikhlas,” katanya Siti, Jum’at (12/6/2020).

Tidak cukup dengan Silaturahmi saja rombongan guru MTs Pacitan ini juga mendoakan dan juga berharap, agar wabah yang sudah mendunia ini segera di sirnakan oleh Allah SWT.

“Berdoa dan berharap itu pasti.harapan kami semua agar wabah ini segera di hilangkan oleh ALLAH SWT, bukan hanya kepada Kepala Kemenag saja, tapi juga kepada semua yang di nyatakan positip segeralah di berikan kesembuhan olehNya,” harapnya

Terpisah, Muhammad Nurul Huda,saat di konfirmasi tentang kedatangan para guru MTs yang membesuknya, juga merasa mendapat angin surga. Walaupun dengan jarak yang lumayan jauh namun bisa berinteraksi secara langsung, head to head. Huda merasa sangat senang dan terhibur.

“Alhamdulillah, saya sangat terhibur, sangat senang bisa berbicara bukan melalui sambungan seluler mereka menyempatkan diri,j auh-jauh hanya untuk melihat kondisi saya di tempat karantina wisma atlit,” ungkap Huda. (RedG/Apri)

Tinggalkan Komentar