oleh

Regenerasi SDM Sebagai Dasar Keseimbangan Sosial

Penulis : Asep Amaludin, S. Pd., M. Si. (Dosen UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto)

 

Purwokerto – Dalam dunia pendidikan perlu adanya proses pelatihan dan pengkaderan. Proses kaderisasi adalah bagian dari upaya menyelamatkan generasi baru dari persoalan stabilisasi kompetensi dan keahlian. Seperti halnya sekolah sudah saatnya platform periodisasi menyentuh setiap aspek, sehingga terjadi nya The Power of Absolute, itu tidak mungkin terjadi.

Disamping itu akan banyak kreativitas dan inovasi yang tumbuh  sejalan dengan pola pikir dan kematangan bersikap. Hal tersebut tercipta dari kepercayaan yang ditumbuhkan oleh mekanisme yang benar dalam organisasi.

Sejatinya pemimpin perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan organisasi, dan tidak menafikan bahwa  dirinyalah yang paling mampu, paling ahli dan paling kompeten. Kemampuan dan kompetensi akan bisa terbangun manakala ada kesempatan dan kepercayaan publik terhadap proses kaderisasi yang telah dimandatkan. Pemimpin yang baik akan memberikan kesempatan kepada anggotanya yang lain untuk berijtihad untuk bersama sama membangun dan membesarkan organisasi nya.

Persoalan tersendatnya regenerasi, akan melahirkan dampak buruk bagi organisasi yang hanya berkutat dengan rutinitas bahkan akan menimbulkan 5 potensi masalah :

  1. Stagnasi Kegiatan
  2. SDM Tidak produktif
  3. Penyalahgunaan Kekuasaan
  4. Manipulasi Keuangan
  5. Kurangnya kepercayaan publik

Hal diatas terjadi dikarenakan ada yang salah dalam menerapkan manajemen organisasi. Aspek perencanaan dan pengorganisasian yang tepat adalah untuk menciptakan organisasi yang dinamis dan berkemajuan. Pemimpin yang memiliki sense of belonging terhadap organisasinya cenderung ingin mengajak anggota yang lain untuk ikut memiliki organisasinya dan bukan hanya untuk dikuasainya semata, karena ia tahu bahwa dirinya punya keterbatasan.

Regenerasi juga memiliki dampak terhadap keseimbangan sosial, dimana anggota organisasi yang merasa dirinya memiliki potensi untuk memimpin juga membutuhkan pengembangan karir. Pengembangan karir inilah yang ditunggu oleh anggota organisasi sesuai dengan proses regenerasi baik secara terstruktur maupun tidak ini menjadi impian bagi sebagian orang. Ada orang yang cenderung berbuat unrasional bila ternyata apa yang harusnya menjadi haknya tidak terpenuhi. Ini akan menjadi sebuah fenomena yang terjadi apabila regenerasi tidak tercover dengan baik dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu pemimpin hendaknya menggunakan periode kepemimpinan nya, untuk turut serta menyiapkan kader kader penerus yang amanah, kompeten dan bertanggungjawab sehingga amanat regenerasi bisa dilanjutkan tanpa meninggalkan beban sosial bagi masyarakat.(RedG)

Baca Juga  Menciptakan Kader Pemasyarakatan Anti Korupsi  

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Komentar