Wonogiri – Bertempat di Lingkungan Bogor RW 06 kelurahan Pagutan telah dilaksanakan kegiatan sarasehan Bupati Wonogiri dengan tema “Bersama masyarakat kelurahan Pagutan Kecamatan Manyaran dalam rangka sosialisasi Panca Program Bupati Wonogiri tahun 2018”,Senin (29/10) malam.

 

Dalam kegiatan tersebut dihadiri
Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Camat Manyaran Rahmat Imam Santosa, Danramil Manyaran Kpt Arm Agus S yang diwakili Babinsa kelurahan Pagutan Sertu Dwi Haryanto, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Mulyadi, Lurah Pagutan beserta staf, Ketua RT/RW Kelurahan Pagutan dan masyarakat Kelurahan Pagutan kurang lebih 400 orang.

Sambutan Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan pelaksanaan demokrasi yang ada di Indonesia yang masih dengan politik uang dan saling menjelekkan dengan lawan poltiknya. Komitmen Bupati Wonogiri untuk mengemban tanggung jawab yang telah dibebankan oleh rakyat.

“Visi Bupati Wonogiri berdasarkan data dari luas wilayah 182. 236,02 ha, jumlah penduduk 1.086 juta, tingkat kemiskinan 12,98 %, 40.000 RTLH, jalan kabupaten 1.038 km, kekeringan di Wilayah selatan, kondisi pasar yang memprihatinkan, pendidikan dasar belum gratis, kurang optimal kwalitas pelayanan kesehatan. (persoalan secara umum yang dihadapi kabupaten Wonogiri). Sebagai pejabat publik dituntut kinerjanya bukan janji-janji saja,” ujarnya.

Bupati menambahkan sampai akhir Desember 2018 di targetkan pembangunan jalan sepanjang 900 km. APBD Kab. Wonogiri Tahun 2018 sebesar 2,4 triliun. Dibagi dalam bentuk program. Pembangunan dibidang sosial dengan pendidikan dasar gratis dg anggaran 26.800.000.000 di Tahun 2018. Beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu sebesar Rp 12 juta per tahun.

“Pembangunan bidang kesehatan dengan program Jamkesda dengan menggratiskan bangsal perawatan kelas 3 untuk masyarakat miskin yang belum terkafer BPJS maupun KIS dengan alokasi dana 12 Miliar.Pembangunan bidang pertanian dengan bantuan alsintan dan kartu tani,” katanya.

“Masa tanam satu dan selanjutnya bisa tidak dengan kartu tani untuk pembelian pupuk asal kuota pupuk Manyaran dijaga jangan sampai keluar wilayah. Alokasi anggaran untuk RTLH 6 Miliar pertahun dan sarana air bersih Rp 10 miliar pertahun,” lanjutnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis alat alat pertanian berupa satu hand traktor dan dua mesin pompa air. (RedG)

 

Tinggalkan Komentar