Pemalang  – Untuk kesekian kalinya kisah perjuangan hidup masa kecil Ganjar Pranowo hingga remaja yang tertuang di film Anak Negeri diputar. Bukan di gedung bioskop, namun di tengah lapangan dengan penonton yang berjubel duduk lesehan.

Pemutaran film Anak Negeri tersebut dilangsungkan di lapangan futsal Otaru Kelurahan Suramadu, Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, Kamis (24/5) dan dihadiri langsung oleh Ganjar Pranowo.

Berada di tengah-tengah penonton Ganjar Pranowo mengucap terimakasih atas kesediaan masyarakat Pemalang menyimak sekelumit perjuangan masa kecilnya.

“Ya, ya, terima kasih sudah hadir nonton bareng film Anak Negeri,” ucap Ganjar.

Tidak ada maksud lain, selain menularkan semangat terus berjuang dan pantang berhenti belajar. Ganjar sangat berharap film tersebut menjadi jalan inspirasi pemuda.

Film Anak Negeri tersebut merupakan adaptasi dari novel karya Gatotkoco Suroso dengan judul yang sama. Sekelompok sineas muda Yogyakarta berinisiatif membuat film dengan sekitar 50 oemain dan crew. Hasilnya sebuah film inspiratif yang sangat edukatif untuk anak-anak dan remaja.

Film Anak Negeri yang berdurasi 90 menit diputar pertama kali di Bioskop E Plaza Semarang pada 9 Mei lalu. Namun yang diputar di Pemalang adalah versi web seriesnya. Ada 10 chapter yang diputar maraton sejak pukul 16.30 hingga tiba waktu berbuka puasa.

Di sela-sela jeda antar chapter, Ganjar membuka kuis. Hadiahnya adalah buku Anak Negeri.

“Yang mau buku, ngacung (tunjukkan jari),” kata Ganjar.

Mendapat tawaran dari calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 tersebut seluruh hadirin mengangkat jari. Namun oleh Ganjar hanya tiga orang yang ditunjuk maju. Salah satunya adalah Alfa, siswa kelas 5 Sekolah Dasar.

“Apa yang membuatmu terkesan dalam film itu?” tanya Ganjar.

“Ganjar kecil berani mengakui kesalahan dan bersedia menerima hukuman dari sang ayah,” jawab Alfa dengan tangkas.

Tanpa pikir panjang, Ganjar memberikan hadiah sebuah buku Anak Negeri itu. Tak lupa, Ganjar membubuhkan tanda tangan di halaman pembuka.

Penonton lain yang berhak atas buku tersebut, Windy Irawati. Dia mengatakan film tersebut sarat muatan pendidikannya dan sangat bagus ditonton semua kalangan, khususnya orangtua dan nak.

“Film Anak Negeri sangat bagus. Cara orangtua mendidik anak harus benar. Harus ditanamkan nilai disiplin, kesantunan, dan lain-lain, untuk membentuk karakter anak yang baik,”ungkap warga Wonorejan Selatan Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang itu.

Panitia nonton bareng film Anak Negeri, Phintani Ariestya menuturkan pemutaran film masa kecil Ganjar itu dihadiri sekitar 300-an orang. Ada pelajar, komunitas difabel, dan warga setempat. Para pengunjung duduk lesehan di atas karpet.

“Saya buat acara ini karena film itu bagus dan layak diputar di daerah lain. Waktu kali pertama diputar di Semarang, saya juga lihat. Makanya saya ingin putar di Pemalang,” kata warga Bantarbolang itu. (RedG)

Tinggalkan Komentar