oleh

Rakor Kepala Daerah se-Indonesia, Presiden Bahas Covid dan Ekonomi

Bangka Tengah – Pemerintah Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia secara virtual, tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, yang dilangsungkan di Ruang Rapat VIP Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dengan pakaian PDH atribut lengkap, pada Rabu, (23/4/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Menteri Dalam Negeri, Gubernur se-Indonesia, Bupati se-Indonesia, jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menyampaikan dua hal penting pada rapat koordinasi tersebut, yaitu Covid dan Ekonomi.

“Pertemuan sore hari ini kita adakan, karena ada dua hal penting yang perlu dibahas, yaitu covid dan ekonomi, di mana pembahasan ini memang terus saya ulang-ulang,” ujar Jokowi.

“Kenapa dibahas terus-menerus, sebab covid masih mewabah sampai saat ini. Jika kita berkaca pada perkembangan covid di India, di bulan November hingga Januari, India berhasil menurunkan kurva terkonfirmasi covid, hingga menurun 10 ribu kasus per hari, tetapi hari ini terjadi sebuah lonjakan menjadi 350 ribu kasus per hari di India, yang salah satu penyebab naiknya adalah kerumunan masyarakat di perayaan-perayaan besar,” tambahnya.

“Untuk itu menjelang hari Raya Idul Fitri, kita harus waspada terhadap masyarakat yang akan mudik, hati-hati sekecil apa pun kasus di daerah kalian, jangan hilang kewaspadaan, ikuti datanya, begitu naik segera ditekan kembali, agar terus menurun, serta hati-hati dengan libur panjang,” lanjut Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa setiap ada libur di Indonesia, pasti data angka terkonfirmasi Covid-19 semakin bertambah.

“Setiap libur selalu ada kasus covid yang naik, jadi sekali lagi hati-hati. Beberapa daerah mulai ada kenaikan kasus Covid, di Daerah Sumatera Selatan, Aceh Lampung, Jambi, NTT, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan daerah lainnya untuk hati-hati, karena sudah ada kenaikan,” tutur Jokowi dengan tegas.

Baca Juga  Bupati Bangka Tengah Program Kerja 100 Hari dengan Tiga Program Prioritas

“Sekali lagi kita harus waspada dengan mudik lebaran, cek, kendalikan dan atur. Sebelum ada larangan mudik angka Covid turun jadi 11 persen, dan begitu ada larangan dan sosialisasi dari Kepala Daerah ke masyarakat angka Covid jadi turun hingga 7 persen, namun angka Covid pun masih kategori tinggi,” tambahnya.

Beliau pun menekankan cara untuk meminimalisir angka Covid adalah dengan disiplin yang tepat terhadap protokol kesehatan.

“Saya betul-betul masih khawatir mengenai mudik menjelang lebaran, saya yakini apabila pemerintah daerah semua bergerak mengatur dan mengendalikan, maka kenaikan tidak akan seperti tahun lalu yang mencapai 93 persen kasus Covid,” ujar Jokowi yakin.

Beliau juga membahas sedikit mengenai vaksin, di mana vaksin jangan sampai ada yang berbelit.

“Tugas saya adalah bagaimana menyiapkan vaksin dan jangan ada yang nyetok, jika ada vaksin langsung lakukan vaksinasi,” tegasnya.

Lebih lanjut menurut Jokowi Ekonomi Indonesia saat ini sudah mulai normal.

“Kita targetkan pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh hingga 7 persen, di mana April, Mei, Juni sangat menentukan, kalau kita bisa menekan angka covid, tanpa mengguncang perekonomian Indonesia maka kita berhasil,” ungkap Jokowi.

“Kenapa kita optimis, karna sudah kelihatan pabrik, perusahaan manufaktur kini sudah kembali bergerak,” lanjutnya.

Jokowi pun mengajak para Kepala Daerah se-Indonesia agar belanja Pemda disegarkan.

“Saya mengajak semuanya untuk segerakan pembelanjaan Pemda, jangan disimpan-simpan di bank, karena putaran uang dari sana dan yang paling penting adalah belanja modal,” ajak Jokowi.

Menanggapi hal tersebut Algafry Rahman selaku Bupati Kabupaten Bangka Tengah menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan hal tersebut.

“Untuk Belanja Pemda sendiri, Kita Bangka Tengah sudah melakukan hal itu. Tadi kan pembahasan nya secara keseluruhan nasional, tapi kalau Bangka Tengah Insya Allah sudah terealisasi,” ujarnya.

Baca Juga  Kabupaten Pemalang Terima Predikat Zona Hijau

“Jika untuk belanja modal kita sudah mendekati 40 persen,” tambahnya.

Beliau pun turut menanggapi beberapa hal yang diarahkan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Indonesia.

“Tadi pembahasannya mengenai Covid dan Ekonomi, juga ada dibahas tentang vaksin,”

“Untuk vaksinasi Covid-19 di Bangka Tengah Alhamdulilah sudah terlaksana dengan baik, bahkan nomor 1 di Bangka Belitung, di mana publik dan guru sudah divaksin, meski kuota vaksin masih kurang

Beliau pun berharap agar masyarakat dapat taat terhadap peraturan yang telah ditetapkan Pemerintah, salah satunya mengenai mudik lebaran.

“Saya menghimbau pada masyarakat untuk menahan diri dari mudik dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kami Pemda akan terus berusaha sigap dalam mengatasi masalah Covid dan Ekonomi di Bangka Tengah,” tutupnya. (RedG/Rizal)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed