Solo-Tim Unbreakaballs meraih juara II (kedua) dan berhak merah medali perak ini beranggotakan Muhammad Shafrizal Fajar Maulana, Rahel Olivia Chandra Estoni Putri, dan Bagas Aji Mahardika (angkatan 2017) dengan judul karya Topeng Kaca, Setelah melalui tahap babak final, dimana setiap tim mempresentasikan karya animasi dihadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang animasi dengan bersaing bersama 20 (dua puluh) besar Finalis Bidang Lomba Animasi di GEMASTIK XIII Tahun 2020.

Event resmi Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) Kemendikbud dengan tajuk Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Tekonologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ini merupakan program untuk meningkatkan kualitas peserta didik, sehingga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya di Indonesia.

Muhammad Shafrizal Fajar Maulana, mahasiswa asal kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, selaku ketua tim menjelaskan bahwa proses perancangan animasi ini menggunakan software Photoshop untuk tahap menggambar dan background, software After Effect digunakan dalam proses animate dan composing, software Audacity untuk editing sound dan music, sedangkan Adobe Premiere Pro untuk proses editing video dengan alokasi pengerjaan selama 3 (tiga) minggu dengan rincian 1 minggu pertama pembuatan konsep, script dan storyboard, serta 2 minggu berikutnya untuk proses animasi dan editing.

Sedangkan juar I (medali emas) diraih tim Lumi dari Universitas Telkom, Bandung, dan juara ketiga (medali perunggu) dari tim REA Studio dari Institut Teknologi Bandung, sedangkan juara harapan diraih oleh tim Kunci Bingkai dari ITS Surabaya.

Mata lomba animasi, bagian dari 11 (sebelas) kategori yang dilombakan dalam event kompetisi nasional mahasiswa di bidang TIK yaitu Pemrograman (Programming), Keamanan Siber (Cyber Security), Penambangan Data (Data Mining), Desain Pengalaman Pengguna (UX Design), Animasi (Animation), Kota Cerdas (Smart City), Karya Tulis Ilmiah TIK (ICT Scientific Paper), Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development), Piranti Cerdas Sistem Benam dan IoT (Smart Device, Embedded System and IoT), Pengembangan Aplikasi Permainan (Game Development), dan Pengembangan Bisnis TIK (ICT Business Development), dimana babak Final bidang GEMASTIK XII akan diselenggarakan pada hari Rabu – Jumat tanggal 20 – 23 Oktober 2020 di kampus Universitas Telkom, Bandung dimana tahun ini babak final diselenggarakan secara daring karena masih di masa wabah pandemi.

Dengan dosen pembimbing, Rendya Adi Kurniawan, S,Sn., M.Sn menjelaskan bahwa karya animasi yang berdurasi 03.43 menit ini mengisahkan Alyssa, seorang mahasiswa tari kesulitan untuk belajar dan berlatih tari sendirian di rumahnya karena dampak pandemi yang mengharuskannya tetap berada di rumah saja. Bahkan karena virus yang melanda seluruh dunia ini, festival tari yang menjadi tujuan Alyssa berlatih tari dengan sungguh-sungguh pun dibatalkan demi menghindari kerumunan.

Lantas bagaimana caranya Alyssa tetap berlatih meskipun di rumah saja dan festival tetap diadakan? Dimana dengan bantuan teknologi virtual reality, semua permasalahan dapat teratasi dan festival taripun dapat terlaksana dan sukses. Teaser singkat dari karya animasi Topeng kaca dapat dilihat https://www.youtube.com/watch?v=I9SIaTNdos4.

Prestasi ini sangat membanggakan civitas ISI Surakarta dimana dengan raihan medali perak di mata lomba animasi ini menjadikan kontingen ISI Surakarta di peringkat nomor sembilan sebagai perguruan tinggi yang mampu meraih medali di GEMASTIK XIII 2020 ini dibawah kampus UGM di peringkat delapan, sedangkan peringkat sepuluh diraih Universitas Dian Nuswantoro.

Asmoro Nurhadi Paninidias, S.Sn., M.Sn selaku Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta menjelaskan bahwa untuk kedepannya, untuk persiapan dalam menghadapi kompetisi Gemastik akan dilakukan sejak jauh hari, sehingga hasil yang didapat bisa lebih maksimal dengan proses perekrutan anggota tim, persiapan baik secara konsep maupun ide gagasan, tahapan pembimbingan dari proses awal pencarian ide, pemilihan karakter, pra dan paska produksi, editing, sampai tahapan finishing karya animasi khususnya pada mata lomba animasi baik di dalam mata kuliah yang terkait animasi maupun dalam kegiatan yang lain.

Selain itu, prestasi yang lainnya, tim animasi dari ISI Surakarta yang lainnya, mampu menduduki peringkat ke 9 (sembilan) atas tim Caniva dengan judul karya Everything Can Be Connected dengan anggota tim, yaitu Dewa Dika Saputra dan Wahyu Noegroho (Angkatan 2019) dibimbing oleh NRA Candra DA, S.Sn., M.Sn selaku Dosen Prodi FTV FSRD ISI Surakarta dan peringkat 10 (sepuluh) atas tim Lixosan Wagon dengan anggota Ixora Latifolia Binersa, Liliana Kitty Sozanolo Harefa (Angkatan 2018), dan Ihsan Akbar Mutaqin (Angkatan 2017) dengan judul karya Kaditu Kadieu yang dibimbing oleh Rendya Adi Kurniawan, S.Sn., M.Sn.

 

Tinggalkan Komentar