Puluhan Kambing Warga Kecamatan Karangtengah Diserang Anjing Hutan, Ini Penjelasan Kapolres

Wonogiri-Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, S.IK, MH, M.Si memberikan pernyataan terkait banyaknya hewan ternak jenis kambing yang mati di Kecamatan Karangtengah dalam beberapa hari terakhir.

“Sementara hasil kordinasi kita dari pihak kepolisian Kordinasi dengan BKSDA Solo, dokter hewan dan Kades Ngambarsari, bahwa hewan yang mati tersebut akibat dari serangan binatang buas, akan tetapi kita akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih jelas kejadian tersebut,” katanya, Senin (10/2).

Kapolres menambahkan selama tiga hari mulai hari Jumat malam tanggal 7 Februari 2020, telah di temukan kambing milik warga jenis Gembel ditemukan dalam keadaan mati masing masing dengan luka gigitan pada bagian leher dan perut.

Dikatakannya, kejadian tersebut diketahui hari Sabtu, Minggu dan Senin pagi tanggal 08 s/d 10 Februari 2020 pada pagi hari ditemukan dalam keadaan mati.

“Atas kejadian tersebut Kapolsek Iptu Sentot Giswantoro, SH, Anggota Koramil Karangtengah SERDA Eko Agus, perwakilan BKSDA Solo Sularno dan M Rizal, Dinas Kesehatan Hewan dr.h Heri Sularto serta Perangkat Desa Ngambarsari mendatangi TKP,” jelasnya.

“Kambing jenis Gembel yang telah mati dengan kondisi luka pada leher dan perut adanya gigitan dibagian leher perut dengan jarak gigitan 2 cm, atas kejadian tersebut menurut penjelasan dari BKSDA Solo dan Dinas Kesehatan Hewan Distrik Batuwarno bawa kejadian tersebut di indikasikan matinya kambing – kambing tersebut akibat serangan anjing hutan dikuatkan oleh jarak gigitan 2 cm,” sambungnya.

Adapun jumlah hewan yang mati selama 3 hari berjumlah 28 ekor dan yang terluka masih hidup 4 ekor. Atas kejadian tersebut dari Penjelasan BKSDA Solo dan dokter hewan agar kambing yang mati tidak boleh dikonsumsi dan harus dikubur.( red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *