oleh

Provokasi Anggota Grup WA, di Jaring Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya

Jakarta – Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap dan menangkap S, Laki-laki, umur 40 tahun, pelaku Kasus Menyebarkan Berita Bohong yang dapat menimbulkan kebencian atau keonaran kepada masyarakat dan Kasus Ujaran Kebencian (Sara) dan atau Pengancaman melalui Media elektronik, Jakarta, Senin (14/12).

Dalam press rillis yang dikeluarkan oleh humas Polda Metro Jaya, kejadian berawal dari Tim dari Unit 2 Subdit Tipid Siber melakukan Cyber Patrol dan di temukan sebuah tangkapan layar Grup Whatsapp dengan nama “KEDAI KOPI INDONESIA” yang didalamnya terdapat seseorang memposting foto Kapolda Metro Jaya menggunakan pakaian dinas dan di berikan tulisan “Dicari orang ini, Pembunuh bayaran, Segera dihubungi mujafudfisabilillah”

Dari hasil pengecekkan diketahui nomor HP yang mengirim gambar tersebut yaitu 089612618195 dan sudah dalam keadaan mati, Hasil Analisa berkembang ditemukan nomor baru pengirim yaitu 081222290219 dan 08128287931.

Lantas Tim Mendatangi pemegang no HP tersebut dan melakukan introgasi dan pengecekkan, bahwa benar HP tersebut yang sering digunakan oleh nomor 089612618295 Namun akun whatsapp dan gambar tersebut tidak ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap HP tersangka, ditemukan beberapa grup Whatsapp diantaranya “000FAKTA.BERKATA” dan “MEDIA MUSLIM INDONESIA” yang terdapat beberapa postingan tersangka yang bersifat memprovokasi dan menghasut pembacanya Grup tersebut adalah Grup yang berisikan pelajaran agama berupa ceramah, mengaji dan Tausiyah dan berita-berita tentang keagamaan dan tersangka bergabung dalam grup tersebut sekitar pada bulan September 2020 dan, sedangkan whatsapp grup “000FAKTA.BERKATA” yang di ketahui tersangka juga berisi tentang ilmu agama seperti sejarah islam dan rasul Allah Tersangka bergabung sekitar 2 mingguan dan juga karena keburu terhapus akun whatsapp tersangka ia tidak begitu mengetahui perkembangan dalam grup tersebut.

Baca Juga  ReJo: Tokoh Islam Harus Mampu Baca Alquran

Berdasarkan Hasil pemeriksaan terhadap tersangka benar adanya bahwa tersangka mengirimkan pesan yang bersifat memprovokasi dan menghasut pembacanya seperti berikut ke grup whatsapp “MEDIA MUSLIM INDONESIA”

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, ia mengakui bahwa kata-kata tersebut tidak pantas untuk di sebarluaskan karena kata-kata yang di share ke grup whatsapp “MEDIA MUSLIM INDONESIA” dan “000FAKTA.BERKATA” tidak di ketahui kebenarannya dan menyudutkan satu pihak

Tersangka di kenakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)’. (RedG/Ian Rasya)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed