Pemalang-Pemilu merupakan pesta demokrasi rakyat yang berlangsung tiap 5 tahun sekali. Hajat Negara yang satu ini wajib di ikuti oleh segenap warga negara agar bisa menggunakan hak pilihnya dalam memilih wakil rakyat yang akan duduk di kursi lembaga legislatif dan menentukan pemimpin Negara ini. Ke-khas-an yang di miliki pemilu tahun 2019 ini adalah pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan pemilu di Negara kita secara serentak pada tahun ini warga Negara Indonesia akan memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD kab/kota dan memilih presiden/wakil presiden RI.

Pemalang sebagai salah satu kecamatan yang terletak di ibukota kabupaten tersorot sebagai salah satu indikator pelaksanaan pemilu di wilayah kabupaten pemalang. Terdapat jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT terbesar se kabupaten pemalang sebanyak 149.550 jiwa berdasarkan hasil pleno KPU kabupaten Pemalang. Mensikapi tahapan pendataan DPTb yaitu daftar pemilih tambahan yang menggunakan A5 dan terdaftar dalam DPT di daerah asal,maka Panitia Pemilihan Kecamatan Pemalang dan panitia pemungutan suara kelurahan mulyoharjo bekerjasama melaksanakan jemput bola dalam upaya melakukan pelayanan pembuatan A5 untuk warga yang berasal dari luar kabupaten pemalang dan berdomisili sementara di kabupaten pemalang di karenakan tugas pekerjaan,tugas belajar dan keperluan bisnis. Dengan prinsip kerja KPU melayani para penyelenggara baik di tingkat kecamatan maupun desa/kelurahan bekerja dengan segenap hati melaksanakan persiapan teknis selaku penyelenggara pemilu.

Dengan maksud dan tujuan untuk menaikan angka partisipasi dan menekan angka golput yang tinggi di kabupaten pemalang, KPU berusaha memberikan pelayanan maksimal agar para pemilih bisa menggunakan hak pilihnya dengan jauh lebih mudah dan tidak berbelit birokrasi namun sesuai dengan tahapan dan prosedur yang telah di tetapkan oleh KPU RI melalui PKPU pada pelaksanaan pemilu tahun 2019 ini. Adapun angka partisipasi yang rendah dikarenakan oleh sejumlah sebab selain tingginya angka perantau juga para pendatang yang tinggal di kabupaten pemalang tidak menggunakan hak pilihnya dan memilih golput karena merasa tidak terdaftar dalam DPT kabupaten pemalang karena bukan merupakan penduduk asli yang ber-e ktp kabupaten pemalang. Dan mensiasati agar angka partisipasi bisa naik PPK pemalang dan PPS mulyoharjo melakukan jemput bola A5 di kesusteran karya, kesusteran wisma bunda hati kudus dan gereja Santo Lukas pada tanggal 11 dan 12 maret 2019 dan juga memberikan sosialisasi dan pendidikan memilih bagi para suster.

Sebagai salah satu lembaga yang menjadi contoh dari banyaknya pendatang dari luar kabupaten pemalang adalah santa maria kabupaten pemalang, Santa maria merupakan sebuah lembaga yang konsen bergerak dalam berbagai bidang sosial baik kesehatan dan pendidikan dijadikan sasaran jemput bola A5 dikarenakan para suster yang berada dalam naungan yayasan santa maria pemalang berasal dari luar kota. Di kesusteran sendiri ada dua lembaga yang pertama bagi suster yang masih aktif berkarya di asramakan dalam asrama suster karya yang ketika di kunjungi terdapat 13 orang dengan rincian ber e ktp asal dari daerah purworejo, cilacap,dan Jakarta barat. Tercatat hanya separuh penghuni wisma yang sudah mengurus A5 di daerah asal sehingga yang separuh lagi di layani oleh PPS mulyoharjo sebagai PPS tujuan tempat mencoblos.dan yang kedua bagi suster yang sudah purna tugas dari kesusteran berada dalam naungan wisma bunda hati kudus yang terletak di belakang gedung rumah sakit santa maria. Di kesusteran purna tugas tercatat ada penghuni sebanyak 11 orang suster yang berstatus sebagai penduduk luar kabupaten pemalang,dan 2 orang yang merupakan penduduk kabupaten pemalang tetapi tidak terdaftar dalam DPT  karena baru melakukan  perekaman e ktp. Sebanyak 5 orang telah mendapatkan A5 dari kpu asal,2 orang tidak bisa di proses A5 karena belum ber e ktp dan masih tercatat sebagai waga purworejo sehingga kami arahkan untuk mencoblos di daerah asal.tercatat 2 orang ber e ktp pemalang kami data sebagai daftar pemilih khusus karena tidak terdaftar dalam DPT,dan yang 2 orang akan di proses pengurusan A5 oleh PPS mulyoharjo.

Di Gereja Santo Lukas yang terletak di Jalan Pemuda Pemalang setelah di lakukan jemput bola terdata 2 orang pendeta yang berasal domisili dari Yogyakarta dan purworejo tetapi memilih tempat mencoblos didaerah asal. Hasil jemput bola yang di lakukan di gereja santo lukas terdapat 1 orang staf gereja yang merupakan penduduk kabupaten kulonprogo Yogyakarta yang di fasilitasi pembuatan A5. Dengan adanya jemput bola tersebut harapannya bisa meningkatkan partisipasi kehadiran pemilih di TPS yang pada saat pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawa tengah yang lalu terdapat dalam kisaran angka sebesar 61 %. (RedG Hengky Kik)

Tinggalkan Komentar