Wonogiri-Bertempat di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri telah dilaksanakan kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat(PP-AD) di Kabupaten Wonogiri dengan tema “Purnawirawan TNI-AD Bertekad tetap nilai-nilai Sapta Marga dalam melanjutkan pengabdian kepada Nusa dan Bangsa demi Keutuhan NKRI”, Sabtu (11/8).

 

Hadir dalam Peringatan HUT PP-AD Wakil Bupati Wonogiri Edi Santosa, Dandim 0728/Wng Letkol Inf M. Heri Amrulloh yang sedang melaksanakan dinas diwakilkan kepada Kasdim Mayor Inf Nurul Muntahar, Jajaran Danramil Kodim 0728/Wng, Kapolsek Kota AKP Surono, Kepala Kesbangpol, Ketua Umum PPAD Letjen TNI(Purn) Kiki Syahnakri, Ketua Pengurus PPAD Kab. Wonogiri Letkol (Purn) FB. Slameto,BA., Ketua Bidang Kejuangan Mayjen TNI(Purn) Sukarno, Ketua Bidang Pemuda dan WanitaBrigjen TNI(Purn) FX Bakhtiar, Bendahara PPAD Brigjen TNI(Purn) Joko Daryanto, Ketua LVRI Mayor(Purn) Suwaji.

Kasdim 0728/Wng Mayor Inf Nurul Muntahar menyampaikan kegiatan HUT ini memberikan contoh bagi kita anggota yang masih aktif untuk lebih bersemangat karena senior-senior kita yang sudah purna saja masih semangat, kegiatan ini juga merupakan kegiatan untuk menyambung tali silaturahmi, kalau dalam agama Islam banyak disebutkan dan salah satunya adalah barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jalinlah hubungan silaturahim. Kemudian silaturahmi ini bisa memudahkan rejeki dan panjang umur, Barang siapa yang mau dipanjangkan umurnya atau diperbanyak rejekinya maka jalinlah silaturahmi.

Kita cukup bangga karena dalam HUT PPAD ini dihadiri oleh para pengurus PPAD pusat. Dalam peringatan HUT ini didalamnya yang lebih terpenting lagi adalah adanya persatuan dan kesatuan diantara kita semuanya, boleh kita berbeda agama, suku bangsa namun tetap purnawirawan yang menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Ptajurit dan Delapan Wajib TNI.

Sambutan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Wonogiri Edi Santosa nuansa kemerdekaan dan rasa kebangsaan saat ini sangat kental ditandai dengan Merah Putih yang gagah berkibar di seluruh wilayah. Semangat seluruh komponen bangsa juga berada pada titik yang terbaik berlomba-lomba untuk membuktikan kecintaannya pada bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

Satu hal yang masih sangat relevan untuk kita teruskan dari para pendahulu kita tersebut adalah semangat berjuang semangat rela berkorban demi kejayaan bersama bukan untuk kepentingan pribadi karena medan pertempuran dulu dan sekarang sudah sangat jauh berbeda perjuangan di masa lalu dengan masa sekarang tentu akan berbeda pula.

Kendati secara umum kehidupan pada saat sekarang ini sudah demikian maju modern dan terpenuhi dengan berbagai fasilitas pendukung akan tetapi gangguan ancaman dan tantangan yang perlu diwaspadai tetap selalu ada. Termasuk di dalamnya adalah situasi sosial dan politik yang harus diwaspadai mengingat akan memasuki tahun politik 2019, pada kondisi tersebut keluarga besar PPAD akan menjadi contoh Bagaimana bersikap dalam percaturan politik yang ada sebagaimana kerangka besar PPAD sebagai organisasi kemasyarakatan yang mandiri, non partisan dan memiliki kekuatan moral yang berdasar pada Sapta Marga.

Sambutan Ketua umum PPAD Letjen TNI(Purn) Kiki Syahnakri menyampaikan bahwa Solo raya ini tidak asing bagi saya karena dulu saya pernah menjabat di Brigif 6. Apa yang mendorong kami berada ditengah bapak-bapak semua, salah satu program dari OOAD saat ini yang terpenting menggulirkan roda organisasi PPAD diseluruh Indonesia. Untuk itu kegiatan PPAD Wonogiri yang saat ini merayakan HUT yang didukung sepenuhnya oleh Pemda Wonogiri ini adalah kegiatan yang diharapkan oleh PPAD pusat, karena memang bergulirnya roda organisasi ini adalah untuk keutuhan PPAD.

Untuk pelaksanaan peringatan HUT PPAD di Wonogiri ini akan kami angkat sebagai contoh karena semangatnya PPAD ini dalam menggulirkan roda organisasi dengan didukung oleh Pemda. Perlu saya sampaikan pentingnya berorganisasi walaupun sudah sepuh begini, kita setelah pensiun bukan berarti sudah selesai pengabdian kita kepada bangsa dan negara.

Tugas sebagai bhayangkari negara baru betakhir ketika kita sudah tidak bisa lagi mendengar “salvo” walauoun berada disamping telinga yaitu setelah kita meninggal dunia. (RedG).

Tinggalkan Komentar