Polisi Gerebeg Pabrik Pupuk Palsu di Pracimantoro

Wonogiri – Polda Jateng bersama Polres Wonogiri dan Polres Klaten berhasil mengungkap pembuatan pupuk yang diduga palsu, di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (27/2).

Kapolda Irjen Pol H Rycko Ahmelza Dahniel,M.Si mengatakan kedatangannya ke Dusun Pule,Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro dalam rangka pengungkapan kasus pupuk yang diduga palsu.

Kapolda menjelaskan awal kejadian bermula ketika petani yang tergabung dalam Gapoktan Sido Maju, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten membutuhkan pupuk di awal bulan Januari , dikarenakan tidak adanya stok, mereka mendatangi tersangka. Setelah pupuk tersebut dibeli, mereka merasakan adanya ketidakwajaran.

“Ada perbedaan, pupuk tersebut jika diraba lengket, tidak ada pengaruh pada tanaman ketika digunakan, dari segi pengemasan juga berbeda, tulisan SNI kecil dan jahitan tidak rapi,” ujarnya.

Kapolda menuturkan berdasar hasil laboratorium di Jogjakarta, pupuk palsu tersebut tidak memenuhi standar. Selain merugikan petani, para pelaku juga menggunakan merk terkenal.

“Ada tiga pabrik di Kabupaten Gunung Kidul, kita berhasil amankan 4 pelaku, dikembangkan lagi ada pabrik serupa di Wonogiri, milik dua orang berbeda. Pertama milik FR yang berada di 3 lokasi yakni di Dusun Ngulu Kidul Desa Pracimantoro, di Blindas RT 4 RW 5, Desa Pracimantoro, dan di Dusun Karanglo, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro. Pabrik kedua milik TG di Dusun Pule Desa Gedong, Kecamatan Pracimantoro. Kedua orang ini merupakan warga Pracimantoro,” ujarnya.

Dari para tersangka didapat kesamaan alat dan bahan baku.

“Saya tadi berdiskusi dengan Bupati Wonogiri , memang ada celah memasarkan pupuk palsu tersebut yakni ketika memasuki masa tanam 3 para petani butuh tambahan pupuk,” jelasnya.

Kapolda menghimbau para petani menghentikan pupuk berbahaya, selain itu dia juga berharap petani lebih hati-hati dalam membeli pupuk di sentra pupuk resmi di kios pupuk lengkap.

“Para petani harus bisa mengenali ciri pupuk asli, apabila ada pupuk diduga palsu segera melapor kepada pihak yang berwajib,” lanjutnya.

Ngatijan wakil petani di Kecamatan Trucuk,Kabupaten Klaten berharap semoga peredaran pupuk yang diduga palsu tersebut terhenti karena merugikan petani.

“Pupuk asli warna tulisan dalam kemasan biru, jika yang palsu berwarna hitam, tulisan SNI dalam kemasan asli besar, jika dalam kemasan palsu tulisannya kecil,” ulasnya.

“Pupuk asli kristal asli bersih, palsu banyak tepung dan jika mencampur Urea palsu dalam hitugan menit lengket namun asli dalam hitungan jam masih bisa ditabur,” tukasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *