oleh

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penganiayaan AKP Aditya Mulya Ramdani

Wonogiri – Pihak Polres Wonogiri telah menetapkan 25 tersangka terkait peristiwa pertikaian antar perguruan silat, Rabu 8 Mei 2019 yang mengakibatkan jatuhnya korban dari pihak aparat yakni mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditya Mulya Ramdani.

 

“Dari 25 tersangka, 15 diantaranya dilakukan penahanan sementara 10 tersangka tidak dilakukan penahanan karena dibawah umur,” ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Trihadmaja dalam keterangan persnya di Aula Mapolres Wonogiri didampingi Kapolres AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, Rabu (28/5).

Agus menjelaskan kasus terjadi di sejumlah tempat kejadian perkara.

“Ada 9 laporan polisi, ada 3 pengelompokan kasus yakni pengeroyokan orang (kasatresktim), perusakan rumah penduduk dan tindakan melawan petugas,” ujarnya.

Agus menuturkan kejadian tersebut berawal pada Hari Rabu 8 Mei 2019 pada pukul 22.00 WIB, pergerakan massa dari salah satu perguruan silat dengan titik kumpul di Desa Nglarangan, Kecamatan Ngadirojo Atas dasar solidaritas massa berkumpul guna melakukan balas dendam dengan kelompok lain. Mereka bergerak ke arah Dusun Manggis dan Dusun Tukluk di Kecamatan Ngadirojo.

“Pak Aditya menjadi korban kelompok massa di daerah Dusun Sudimoro, Desa Tremes ,Kecamatan Sidoharjo ,massa menganggapnya adalah kelompok yang dicari, sehingga menjadi sasaran. Sebenarnya Pak Aditya sedang mencegah adanya pertikaian,” bebernya.

Terkait penganiayaan AKP Aditya Mulya Ramdhani , 9 tersangka telah ditangkap, 8 dewasa dan 1 dibawah umur. Mereka adalah DFR warga Kecamatan Slogohimo , AP warga Kecamatan Slogohimo , P warga Kecamatan Slogohimo , ER warga Kecamatan Purwantoro, AAH warga Kecamatan Slogohimo, HPA warga Kecamatan Wonogiri , S warga Kecamatan Purwantoro, A warga Kecamatan Slogohimo dan JN warga Kecamatan Jatisrono.

“Para pelaku mengaku tidak tahu kalau Pak Aditya seorang polisi karena berpakaian preman,” jelasnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal penyerangan dengan kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara, perusakan fasilitas umum dengan ancaman 6 tahun dan melawan petugas dengan ancaman hukuman 7 tahun.

Baca Juga  Penyemprotan dan Sosialisasi di Dusun Koripan

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya bambu kering, besi silinder, telepon seluler dan batu.

Terkait kondisi AKP Aditya Mulya Ramdhani, Agus menjelaskan dia masih dalam perawatan salah satu RS di Singapura.

“Hari ini Pak Aditya pindah ke ruang perawatan namun belum sadar dari pengakuan para tersangka mereka melakukan kekerasan dengan kayu dan tangan kosong,” katanya.

Guna mencegah hal serupa terjadi di kemudian hari, pihak kepolisian telah melakukan pemahaman kepada perguruan silat dan melakukakan pendekatan kepada tokoh masyarakat.(RedG)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed