Opini Mahasiswa 

Oleh : Azka Zakiyah (Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo, Semarang.
Fakultas : Ushuluddin dan Humaniora
Jurusan : Ilmu Al quran dan Tafsir.)

Semarang – Biasa orang menyebutnya dengan kata “BAKSOS” kepanjangan dari Bakti Sosial. Kata bakti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bak-ti: tunduk dan hormat artinya perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk). Sedangkan kata sosial adalah sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. Jadi bisa di artikan bakti sosial merupakan kegiatan wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia. Dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap orang lain.

Mahasiswa, sebagai agent social of change adalah mahasiswa sebagai agent dari suatu perubahan. Seperti yang kita lihat, Kondisi bangsa saat ini jauh dari kondisi ideal, dimana banyak penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi tubuh bangsa ini, mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah, dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya.

Alasan selanjutnya, mengapa sebagai mahasiswa harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi. Sudah jelas bahwa perubahan itu perlu dilakukan, dan mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut. Oleh karena itu, keberadaan mahasiswa diharapkan oleh masyarakat supaya bisa memberikan perubahan di daerahnya.

Upaya mahasiswa untuk mengimplementasikan segala harapan masyarakat salah satunya bisa disalurkan lewat agenda bakti sosial. Agenda ini dirasa sangat efektif untuk melatih jiwa serta kepekaan sosial mahasiswa terhadap masyarakat. Setelah ditempa di dunia perkuliahan yang berkutat dengan teori, kini mahasiswa dituntut untuk melebur dan berbaur dengan masyarakat. Secara tidak langsung, mahasiswa dituntut untuk mengubur jiwa individualis dan menumbuhkan jiwa kebersamaan dalam satu tim kepanitiaan bakti sosial.

Melihat Era Modernisasi sekarang ini membuat kepekaan sosial terhadap sesama sudah mulai memudar secara perlahan. Seolah-olah dalam otak kita telah terdoktrin dan disibukkan dengan telepon pintar. Oleh karena itu, di era modernisasi sangatlah penting untuk digalakkan terlebih sebagai acara rutinan sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dan mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lainnya.

Pelaksanaan baksos
Kegiatan baksos biasanya dilakukan di panti asuhan maupun daerah-daerah yang dari segi pendidikan, perekonomian, maupun kesehatannya kurang memadahi. Berkaitan dengan masyarakat yang daerahnya dijadikan sasaran dalam kegiatan bakti sosial tersebut mereka dengan senang hati menyambut niat baik mahasiswa yang mengadakan bakti sosial. Karena kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang sekiranya dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, atau dikenal dengan istilah simbiosis mutualisme. Tentunya, konsep acara yang bermutu dan menarik akan menambah antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut. Dilain sisi, panitia pun akan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan. Sehingga acara bakti sosial ini bisa berjalan dengan maksimal.
Pelayanan kesehatan Gratis dan Khitanan masal.

Kegiatan bakti sosial ini bisa diisi antata lain dengan sunatan massal dan cek kesehatan secara gratis. Tentunya dengan bekerja sama dengan dokter. Kegiatan ini sangatlah efektif dan membantu bagi masyarakat yang kurang mampu, sehingga mereka berbondong-bondong menuju tempat tersebut untuk mendaftarkan anaknya untuk mengikuti sunatan massal maupun dirinya untuk cek kesahatan. Faktor lain yang membuat masyarakat sangat antusias dalam mengikuti cek kesehatan dan sunatan massal gratis ini biasanya faktor ekonomi dan lokasi pusat kesehatan yang jauh.

Faktor ekonomi dan lokasi pusat kesehatan yang jauh membuat masyarakat hanya menggunakan obat seadanya ketika sakit. Mereka hanya mengandalkan dengan obat warung yang mereka konsumsi secara terus-menerus untuk meredakan sakitnya. Tentu hal ini tidak baik dan tambah memperburuk kesehatan karena menyerang organ dalam ketika mengonsumsi obat-obatan tersebut secara terus-menerus.

Mengenai khitanan massal, banyak pelajar dari kalangan kurang mampu mapun telah berstatus yatim yang ternyata belum di sunat lantaran terhalang faktor biaya. Oleh karena itu khitanan masal termasuk dalam agenda rencana kegiatan bakti sosial.

Pentingnya kegiatan bakti sosial
Melihat mahasiswa saat ini, mahasiswa dalam kehidupannya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik, dan telah meninggalkan amanah dan tanggung jawabnya sebagai kaum terpelajar. Jika saat ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme, lebih sering mengisi waktu mereka dengan agenda pacaran, dan lebih suka dengan kegiatan festifal musik dan kompetisi dengan alasan kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat dan mengalihkan kreatifitasnya pada hal-hal menyentuh masyarakat, maka gambaran mahasiswa seperti ini adalah generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pemuda. Dan sebagai mahasiswa harus menciptakan nilai tinggi dan berbagai nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan yang penting, dan akan memberikan dampak yang positif terhadap mahasiswa itu sendiri. lewat kegiatan bakti sosial seorang mahasiswa akan belajar bersosialisasi dan mengaplikasikan ilmu yang ia dapatkan di bangku perkuliahan.

Dengan segala potensi, intelegensia, kreativitas yang ada serta melihat peran mahasiswa sebagai agent of change. Apalagi dengan dukungan fasilitas dan wadah organisasi kampus, mahasiswa memiliki kewajiban kewajiban untuk melakukan kegiatan bakti sosial.
Seperti yang di sebutkan oleh H.J Rubin dan I.S Rubin yaitu “Community  development occurs when people strengthen the bonds within their neighborhoods, builid social networks, and form their own organizations to provide a long term capacity for problem solving”.Pengabdian masyarakat adalah sebuah bentuk sosialisasi dan aktualisasi diri mahasiswa dengan ilmu yang sudah di dapatkan di bangku perkuliahan dan di aplikasikan di tengah-tengah masyarakat demi memajukan kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehiduan bangsa. Yang paling umum kita dengar adalah bakti sosial. Pengabdian masyarakat di perlukan agar ilmu yang di dapat oleh mahasiswa tidak di simpan untuk dirinya sendiri tetapi berusaha agar masyarakat juga merasakan ilmu yang didapat oleh mahasiswa. (admin)

 

Tinggalkan Komentar