oleh

Perlu Dikritisi Masuknya Beras Impor Kala Panen Raya

Jakarta – Temuan mengenai masuknya ribuan ton beras impor dari Vietnam oleh pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur cukup meresahkan petani. Beras tersebut dimasukkan dalam karung bertuliskan beras Yasmin yang dijual seharga Rp 9.000 per kilogram (kg), padahal umumnya beras Yasmin dijual Rp. 12.000 per kilogram.

Beras impor yang diduga berasal dari Vietnam tersebut jelas akan merusak harga pasar dimana saat sekarang kondisi beras sedang surplus.

Masuknya beras impor ini mendapat mendapat respon dari anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah daerah pemilihan  Jateng IV yang meliputi Kabupaten Wonogiri, Sragen dan Karanganyar yang merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah.

Politisi yang akrab disapa Mbak Luluk tersebut menegaskan, secara aturan impor beras dilaksanakan melalui Bulog sebagaimana dalam Perpres Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

“Harus diselidiki rekomendasi impor ini darimana. Ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementan dipertanyakan masalah ini, dari pihak Kementan menyatakan bahwa tidak pernah memberikan rekomendasi impor beras dari Vietnam. Saya tidak ingin harga beras petani menjadi hancur gara-gara kebocoran impor ini,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Pihak Kementan saat RDP dengan Komisi IV pada Senin, 18 Januari 2021, temuan ini telah dilaporkan dan sedang diproses di pihak kepolisian.

Merespon masalah ini, Mbak Luluk menghimbau bahwa dibutuhkan kerjasama antara Kementan dengan Kementerian Perdagangan yang selama ini dinilainya bekerja sendiri-sendiri. Sedangkan dari segi legislatif, perlu didudukkan bersama-sama antara Komisi IV dengan Komisi VI untuk menyamakan persepsi bagaimana DPR melindungi petani yang menjadi penyokong utama perekonomian negara selama pandemi COVID-19. (RedG/Aris Y)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed