Wonogiri – Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri telah dilaksanakan kegiatan Peringatan HUT Veteran Nasional Tahun 2018 dengan tema “Dengan Jiwa Semangat 45 Veteran Nasional Menjaga Tetap Tegaknya NKRI” yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang, Sabtu (25/8/18).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M.Heri Amrrulloh, Kapolres Wonogiri AKBP Roberto Pardede (diwakili oleh AKBP Sutrisno), Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa. Kakanminvecad Mayor Inf Haryono diwakili oleh Kapten Czi Irawan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang LVRI Kabupaten Wonogiri H.Suwaji

Penyampaian Ketua LVRI Kabupaten Wonogiri H. Suwaji Ucapkan terimakasih kepada bapak Bupati Wonogiri atas berkenanya beliau memberikan tempat serta fasilitas kami hanya dapat memberikan doa agar semua dapat menjadikan amal segala bantuan tersebut.

“Kami melaporkan kepada Bapak dandim bahkan kegiatan yang kami laksanakan ini sudah ke 3 kalinya dan keseluruhan biaya kegiatan tersebut di bantu oleh Bapak Bupati,” ujarnya.

Untuk semua yang hadir pada pagi hari ini rata-rata usia sudah lanjut yang lebih dari 60 tahun dan ada beberapa anggota yang diwakilkan agar dapat melaporkan situasi terakhir keadaan yang bersangkutan.

Kami menyampaikan himbauan dari ketua LVRI pusat kepada para anggota agar tetap menjaga keutuhan LVRI seluruh Indonesia untuk itu berkaitan dengan ulang tahun LVRI Tahun 2018 kami mengambil tema Dengan Jiwa Semangat 45 Veteran Nasional Menjaga Tetap Tegaknya NKRI.

Dengan memandang era dan situasi saat ini kalau di bandingkan dengan era saat kita berjuang karena veteran ini terdapat 4 kategori yaitu :
(1) Veteran Pendiri kemerdekaan Republik Indonesia
(2) Veteran Pembela kemerdekaan RI.
(3) Veteran Perdamaian.
(4) Veteran Anumerta.

Sesuai dengan himbauan ketua LVRI pusat meskipun kita usia sudah tua namun tetap membantu tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara menjadi suri tauladan dimana pun anggota LVRI tinggal baik di bidang kemasyarakatan maupun sosial

Mari kita jalin jiwa korsa dan kekompakan dan dukung pemerintahan yang ada kami memohon arahan dan bimbingan kepada bapak dandim dan bapak bupati karena di era global ini kami masih ketinggalan dan kurang mengikuti perkembangan saat ini.

Dalam sambutannya Dandim 0728/Wng Letkol Inf M Heri Amrullah, S.Sos, M.H menyampaikan. Ucapan syukur kami karena pada hari ini kami dapat bertemu dengan bapak ibu yang sangat luar biasa para veteran yang merebut mempertahankan Republik Indonesia yang sangat kita cintai saat ini.

Bapak ibu sekalian saya selaku pembina LVRI baru kali ini bertatap muka kepada bapak ibu sekalian ijinkan saya memperkenalkan diri kepada bapak ibu sesepuh dan senior dari LVRI.

Kami ucapakan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri atas apresiasi dan bantuannya sehingga acara ulang tahun Legiun Veteran Republik Indonesia dapat terselenggara dengan lancar.

Saya selaku pembina LVRI menyampaikan apresia yang sangat luar biasa kepada anggota LVRI karena tidak semua orang dapat menjadi anggota LVRI dan anggota nya terus berkurang penambahan anggota LVRI hanya dari personil yang pernah bertugas di PBB.

Bapak ibu sekalian mungkin perang melawan penjajah dan pemberontakan sudah selesai namun perang saat ini kita di harapkan dengan kehidupan sehari-hari baik ekonomi maupun sosial.

Di tahun politik ini kami harapkan LVRI dapat menjadi penyejuk dan suri tauladan dan diharapkan di tahun 2019 nanti kita dapat berfikir secara dewasa terutama para kaum veteran

Untuk kegiatan selanjutnya kami harapakan LVRI agar kita saling silaturahmi untuk saling bertukar pemikiran dan gagasan serta nasehat bagi kami generasi muda.

Kita bantu pemerintah daerah yang sah dalam membantu pembangunan sekuat dan semampu kita mungkin melalui ide dan pikiran apapun yang kita perbuat anak cucu kita yang akan merasakan belum tentu kita dapat merasakan akan tetapi saya sudah mempunyai niat untuk sesarengan bangun wonogiri bersama bapak bupati dan para perangkat nya.

Penyampaian Wakil bupati wonogiri Edy Santosa. Kepada segenap sesepuh purnawirawan dan keluarga besar TNI-POLRI mari kita maknai kegiatan pada hari ini sebagai wujud bakti dan
penghargaan kepada pribadi-pribadi yang telah meletakkan pondasi kejayaan negara dengan merebut kemerdekaan.

Karena merdeka menurut Bung Karno baru merupakan jembatan emas menuju hari esok. Analogi sebuah jembatan sebagai penghubung, diambil sebagai gambaran bahwa kemerdekaan sebagai penghubung dari era penjajahan menuju ke alam merdeka.

Hadirin yang saya hormati dan saya banggakan tentang makna dan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tentu para sesepuh yang hadir pada kesempatan ini yang lebih paham.

Begitu banyak suka duka dan pahit getir yang harus dilalui hingga akhirnya saat sekarang ini,anak dan cucu mampu hidup dengan limpahan fasilitas dan kemudahan.

Pada saat sekarang ini, tongkat estafet perjuangan telah bergulir kepada kami-kami sebagai generasi penerus, yang harus melanjutkan cita-cita merdeka. Membangun masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Saat ini ada begitu banyak pemaknaan tentang mengisi kemerdekaan, dan menjadi pahlawan bagi nusa bangsa dan negara. Setiap profesi yang memberi manfaat bagi nusa dan bangsa adalah pahlawan, sebagaimana para atlet yang membela kejayaan bangsa pada arena Asian Games ke-18 tahun 2018 di Jakarta dan Palembang.

Penghargaan tentu akan tersemat pada setiap usaha untuk meraih medali demi nama Bangsa Indonesia dan bagi segenap perangkat pemerintahan di Kabupaten Wonogiri.

Perjuangan terbesar saat ini
adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal pemerataan. Karena di balik angka statistik kemiskinan masyarakat Kabupaten Wonogiri sebesar 12,9 persen mengisyaratkan bahwa, 87,1 persen diantaranya telah hidup dengan layak, hidup sejahtera.

Maka permasalahan yang harus segera diselesailan adalah mengentaskan sebagian dari masyarakat Wonogiri tersebut agar seberuntung sebagian besar lainnya

Untuk itu kepada seluruh sesepuh Purnawirawan TNI-Polri, kiranya mampu
memberikan dukungan semangat, bimbingan, arahan dan petunjuk kepada kami dalam meneruskan cita-cita kemerdekaan tersebut.

Mohon doa restu agar kami para penerus mampu mengemban amanat demi bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

Akan semakin mudah tugas tersebut dapat dilaksanakan manakala seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Wonogiri menyatu dalam satu semangat “Sesarengan mBangun Wonogiri”.

Sambutan Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Saat yang berbahagia adalah saat kami pemerintah kabupaten wonogiri yang di berikan kehormatan menyambut silaturahmi bersama anggota LVRI

Kita semua mempunyai kewajiban ataupun refleksi renungan perjuangan kemerdekaan yang begitu panjang suatu wujud membebaskan wilayah indonesia dari kolonial belanda.

Di mulai dari Budi Utomo organisasi kemerdekaan, organisasi muhammadiyah dan kegiatan NU mereka berjuang bukan melalui suku dan bersatu padu melalui sumpah pemuda ini lah secuil sejarah kemerdekaan indonesia sebelum kemerdekaan

Saat perjuangan panjang melalui organisasi pemuda ,agama maka terwujudnya kemerdekaan pada tahun 1945 maka tongak estafet sekarang di serahkan kepada generasi muda untuk mewujudkan kemerdekaan untuk melindungi masyarakat dan bangsa dan mewujudkan UUD 1945.

Saat ini saya menyampaikan permohonan maaf karena wonogiri belum dapat mewujudkan kemerdekaan tersebut karena kondisi pejuang kemerdekaan saat sekarang hadir dengan keterbatasan.

Ucapan permohonan maaf atas nama pemerintahan kabupaten Wonogiri Kabupaten Wonogiri karena selama 73 tahun kemerdekaan masyarakat kabupaten Wonogiri masih belum merasakan kemerdekaan tersebut.

Saya masih belum dapat mengentaskan kemiskinan,kesehatan,
pendidikan semua itu secara konstitusional menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten wonogiri.

Saya selaku pemerintah daerah berkewajiban mewujudkan kemerdekaan tersebut dalam menghadirkan kebijakan-kebijakan yang menyejahterakan masyarakat Kabupaten Wonogiri.

Dalam masa kebebasan ini makin kebablasan dalam penyampaian maka itulah tantangan pemerintah untuk mewujudkan kemerdekaan dengan program-progam yang nyata yang berbasis dari hasil nyata.

Maka jika pemerintah tidak dapat mewujudkan kemerdekaan akan mewujudkan embrio yang berbasis kemiskinan yang tidak puas terhadap pemerintah dan akan menjadikan mereka teroris karena ketidak puasanya dengan sistem pemerintahan.

Agar Wonogiri dapat mewujudkan kemerdekaan dan mewujudkan kebijakan tersebut di butuhkan pemerintah yang sadar akan pemikiran nasionalisme dan tidak hanya menyampaikan janji-janji belaka.

Untuk mewujudkan mewujudkan semboyan sesarengan bangun wonogiri maka pemerintah berkomitmen mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur maka pembangunan saya wujudkan dalam bentuk program dan kegiatan nyata untuk kegiatan yang kurang penting anggaran akan di potong untuk pembangunan yang lebih nyata.

Wujud nyata tersebut adalah Kami pastikan pada tahun 2018 jalan sepanjang 180 km dan jalan hibah desa saya pastikan selesai di bidang pendidikan Wonogiri mempunyai statistik kemiskinan lebih dari 12 persen maka dalam rangka mewujudkan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Wonogiri saya memberikan program pendidikan gratis iuran pembayarannya uang gedung di tiadakan di sekolahan dan untuk mahasiswa berprestasi akan kami berikan beasiswa.

Kewenangan kami yang di berikan oleh masyarakat maka hari ini saya mendorong demokrasi dengan nilai capaian bukan untuk memecah kerukunan dan memecah belah masyarakat.

Saya mohon kepada masyarakat untuk menjaga kemerdekaan kita lawan berbagai golongan yang mencoba memecah belah kemerdekaan Indonesia dan niat kami tegakkan pilar NKRI karena sekarang banyak elit politik yang mengunakan agama sebagai jalan menuju ke puncak kepemimpinan.

Saya berkeinginan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi bagi masyarakat kabupaten Wonogiri dalam hal kesehatan untuk bangsal kelas 3 kami gratiskan dan RSUD serta puskesmas akan kita bangun target kami 2018 seluruhnya selesai pembangunan.

Ini kerangka besar untuk tegaknya NKRI yang di wujudkan melalui kebijakan pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat dan wujud pemerintah dalam mengisi kemerdekaan masih banyak tantangan kami dalam mengisi kemerdekaan dan tetap utuk menjaga tegaknya NKRI. (RedG)

Tinggalkan Komentar