oleh

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Keberhasilan Pendidikan Agama Islam

             SRI TAHAENI, S.Ag
       Kepala Sekolah SDN 02 Beluk

 

Anak shaleh dan shalehah adalah dambaan setiap orang tua . jika orang tua bercita-cita menjadikan anaknya shaleh dan shalehah itu artinya orang tua tersebut bercita-cita menyelamatkan diri dan keluarganya dari api neraka, dan jika orang tua mendambakan anaknya shaleh dan shalehah dalam kehidupanya, itu berarti orang tua tersebut mendaftarkan diri menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat.

Pendidikan Agama Islam(PAI) menempati posisi penting dalam sistem Pendidikan Nasional, sebagai bagian dari pendidikan agama. PAI sering disebut sebagai mental, spiritual dan moral bangsa karena merupkan salah satu komponen yang strategis dalam kurikulum pendidikan nasional yang bertanggung jawab terhadap pembinaan watak dn kepribadian Bangsa Indonesia. PAI merupakan pondasi dalam keluarga untuk membentuk prilaku dan moral anak anak serta membentuk manusia yang percaya dan bertakwa kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaanya , dilapangan pembelajaran PAI baik di jenjang SD, SLTP, SLTA dinilai belum mencapai hasil yang menggembirakan, pengamatan dilapangan menunjukan bahwa pembelajaran PAI belum menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan mengamalkan nilai – nilai religius yang dipelajarinya, kebanyakan siswa hanya melaksanakan ajaran Islam tanpa penghayatan yang mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung didalamnya, sehinga siswa mengalami kesulitan untuk mengamalkanya.

PAI adalah mata pelajaran ruhani yang mengajarkan bagaimana anak bisa menjadi anak shaleh dan shalehah . Keberhasilan PAI adalah jika siswa-siswa yang diajar mempunyai akhlak mulia baik akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada sesama manusia maupun akhlak kepada sesama mahkluk.

Dengan permasalahan ini, baik guru PAI maupun orang tua berperan penting , keberhasilan PAI bukan hanya berada pada guru saja namun orang tua justru ada pada peringkat utama dalam perananya. Banyak orang tua beranggapan bahwa pendidikan dalam keluarga tidak perlu lagi karena sudah di serahkan kepada sekolah ( pendidikan forml ). Orang tua mungkin lupa atau tidak menyadari bahwa kewajiban dan tanggung jawab pendidikan anak sepenuhnya terletak pada orang tua.

Baca Juga  Mahasiswa PPL STAINU Temanggung Gelar Training Motivasi UN 2018

Bahkan menurut Khofifah Indar Parawangsa (mantan Gubernur Jatim) penyelewengan-penyelewengan seperti penyalahgunaan narkoba ,tawuran, sex bebas yang tejadi pada anak karena pendidikan agama dalam keluarga belum sepenuhnya dilakukan oleh orang tua, serta lemahnya control dan prinsip keteladanan orang tua tidak terbangun sejak dini. Hal ini mengingat sebagian besar waktu anak-anak lama berada dirumah sedangkan disekolah paling lama hanya tujuh jam dan PAI diberikan dua jam setiap minggunya dengan demikian sekolah menempati urutan kedua dalam pendidikan anak.

Pendidikan keluarga menentukan baik buruknya pendidikan terhadap anak, oleh karena itu orang tua mempunyai peran yang sangat pentig dalam membentuk moral anak yaitu melalui praktik sikap dan perbuatan, tauladan yang baik ,dan tak kalah pentingnya orang tua harus mendoakan anak-anaknya agar menjadi anak yang bermoral berahlakul karimah dan berbudi pekerti yang luhur.

Para Nabi dan Rasul pun selalu berdoa siang dan malam agar dikaruniai anak shalih ditengah-tengah kehidupanya, sebagaimana do’a Nabi Ibrahim AS, yang diterangkan dalam surah Ash-Shaffat ayat 100 yang artinya “ Ya Rabb, Anugerahkan kepadaku (seorang anak ) termasuk orang – orang yang shalih”
Begitu juga do’a Nabi Zakaria AS. Dalam QS. surah ali Imran , yang artinya “ Disanalah Nabi Zakaria berdoa kepada Thanya seraya berkata : “ Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau MahaPendengar do’a “.Anak yang shalih merupakan perkara besar, perkara yang amat mahal dan menjadi suatu kebanggaan orang tuanya di dunia dan di akhirat.(*)

Komentar

Tinggalkan Komentar