Ketua PK, Ketua PL/PD Partai Golkar se kecamatan Taman, mengundurkan diri

Pemalang – Jelang Pilkada Pemalang 2020, semakin memanas, kali ini Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Taman Teguh Hadi Pramono bersama sebagian besar pengurus Pimpinan Kecamatan Golkar Taman dan diikuti  21 Ketua Pengurus Kelurahan dan Desa (PL/PD) secara resmi mengundurkan diri dari struktural partai.

Hal yang mendasari, adanya perbedaan pandangan terhadap pasangan yang diusung oleh Partai Golkar dengan hati nurani para pengurus yang mengundurkan diri ini.

Ketua PK Taman dan 21 PD/PL, Teguh Hadi Pramono mengungkapkan beberapa alasan kenapa dirinya mengundurkan diri sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Taman. Salah satunya adalah alasan keluarga.

Menurutnya, stri dan anaknya sudah lama meminta Teguh untuk fokus mengurus keluarga. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, salah satunya pembicaraannya dengan Ketua DPD II Golkar Pemalang Rois Faisol, dirinya mantap untuk mengajukan pengunduran diri.

“Keluarga menghendaki agar fokus keluarga, karena itu saya mundur dari kepengurusan, tapi saya tetap kader Golkar,” tegas Teguh, Sabtu (7/11)

Ia juga menjelaskan, beberapa bulan sebelum Partai Golkar memutuskan untuk menyorongkan nama calon wakil bupati, dirinya sudah menyampaikan atau berkomunikasi dengan unsur pimpinan DPD II Golkar Pemalang.

Dimana ia menekankan agar Golkar Pemalang pada Pilkada Serentak Tahun 2020 tidak perlu mengusung atau menyorongkan nama calon. Dengan jumlah 6 kursi di dewan, Golkar Pemalang lebih baik melakukan konsolidasi untuk menyongsong Pemilu 2024.

“Secara pribadi saya (juga) kurang sreg, apalagi waktu Musda ada arahan, kalau tidak mau mengamankan dan menjalankan instruksi partai lebih baik mundur,” ucap Teguh.

Dengan dua pertimbangan itu, ia secara pribadi memilih mundur karena berbeda pilihan. Partainya mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati, Agus Sukoco – Eko Priyono, sementara dirinya lebih condong ke pasangan calon Mukti Agung Wibowo – Mansur Hidayat.

“Pilihan pribadi saya adalah pilihan AMAN, mundur untuk bebas untuk membantu Paslon AMAN. Kalau di dalam saya tidak nyaman, dianggap pengecut lebih baik saya keluar (mundur),” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Kelurahan Golkar Beji, Sukarno, menambahkan, dirinya bersama ketua Golkar lain se-Kecamatan Taman mengikuti jejak Ketua PK Golkar Taman Teguh Hadi Pramono tanpa intervensi maupun tekanan.

Pengunduran seluruh Pimpinan Desa dan Pimpinan Kelurahan Golkar se-Kecamatan Taman, disampaikan dia atas kesadaran karena adanya perbedaan pilihan dalam Pilkada Pemalang Tahun 2020. (RedG/SWE)

Tinggalkan Komentar