oleh

Pengintimidasi Terhadap Penggunggah Kampanye Bupati Pemalang Meminta Maaf

Pemalang – Unggahan janji kampanye bupati Pemalang yang diunggah di akun Instagram @dianwisnu16, menyebabkan pemilik akun Dian Wisnu Mukti didatangi oleh dua orang yang mengaku tim bupati Pemalang. Kedua orang ini meminta Dian untuk take down postingan tersebut dan meminta maaf. Dian Wisnu akhirnya meminta maaf yang diunggah di Story Ignya.

Pasca diunggahnya permintaan maaf Dian Wisnu ini menyebabkan pertanyaan besar terkait, pengakuannya dipersekusi oleh dua orang yang mengatasnamakan bupati Pemalang. Secara psikis, Dian merasa terancam dan merasa was was selama bekerja, karena dia diancam akan dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai karyawan niaga disalah satu ritel besar di Indonesia.

Menurutnya penuturan Dian, dia diancam akan dikeluarkan dari tempat dia bekerja bila tidak take down postingan dan meminta maaf. Menurut dua orang yang merundunnya melalui dinas terkait dan atas ijin bupati maka Dian dapat dikeluarkan dari pekerjaannya.

Setelah video beredar dikalayak rame mulai Jum’at (13/5) lalu berbagai tanggapan masyarakat beredar.
Banyak yang menyayangkan adanya upaya membungkam kebebasan berpendapat, karena yang dikemukakan oleh Dian ini suatu fakta bukan hoaks.

Akhirnya kedua perundung ini Dian yang bernama Guntur wicaksono dan
Dany Firmanudin meminta maaf pada Dian dan masyarakat Pemalang yang telah meyebabkan kegaduhan di masyarakat, Senin (16/5).

Permintaan maaf yang di fasilitasi oleh Heru Kundhimiarso dari Puskapik ini, terungkap bahwa Guntur merasa tidak mengintimidasi Dian, tetapi akhirnya diralat bahwa dia bersama Dani atas inisiatif mereka berdua meminta Dian untuk menghapus postingan dan meminta maaf kepada bupati. Dan tidak ada nyang menyuruh tindakan mereka kepada Dian.

Sedangkan Dani mengungkapkan permintaan maafnya kepada Dian dan khalayak umum telah membuat gaduh.

Baca Juga  Kebakaran Distan, Api Menjalar Ruang Arsip

Dani mengatakan tindakan yang dia lakukan semata-mata membela bupati Pemalang yang telah banyak disudutkan termasuk oleh Dian terkait dengan jalan rusak yang ada di Kabupaten Pemalang.

Dari pengalaman kasus ini, Heru Kundhimiarso selalu modelerator dan pihak yang menjembatani, berpesan kepada semua masyarakat untuk tidak melakukan intimidasi dan perundungan dengan mengatasnamakan siapa saja (RedG).

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Komentar