oleh

Penemuan Seaglider di Selayar Masih Misterius

Jakarta – Penemuan Seaglider oleh seorang nelayan di Laut Selayar, Sulawesi Selatan pada Desember lalu hingga kini masih menjadi misterius. Pasalnya, hingga saat ini belum ada negara lain yang mengklaim kepemilikan Seaglider tanpa keterangan di benda Drone Laut tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, untuk menemukan kepemilikan Seaglider ini, pihaknya akan melapor kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

“Sampai saat ini juga tidak ada negara yang mengklaim ini punya siapa. Sehingga nanti akan kami laporkan melalui Kemlu untuk penemuan ini,” ujarnya dalam keterangan pers yang digelar di Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/1/2021).

Yudo mengatakan, temuan seaglider di Laut Selayar ini menjadi tanggung jawab TNI AL karena berada di wilayah perairan Indonesia. Pihaknya pun akan menunggu negara mana yang mengklaim seaglider tersebut.

“Tentunya nanti kita tunggu, apakah ada melalui Kemlu yang mengklaim ini. Tapi karena ini berada dan kita temukan di perairan teritorial kita, sehingga menjadi tanggungjawab kita,” imbuhnya.

Meski TNI AL belum mengkonfirmasi penemuan Seaglider tersebut ke negara lain, namun Laksamana Yudo meyakini, bahwa negara pemilik benda tersebut sudah mengetahui informasi terkait penemuan seaglider tersebut melalui berita-berita di media.

“Dari publikasi media, saya yakin negara lain sudah tahu itu punya siapa, dan sebagainya. Pasti sudah nyampe ke negara yang memiliki peralatan seperti ini,” kata Yudo.

Untuk diketahui, pada 26 Desember 2020 lalu, salah seorang nelayan bernama Saeruddin (60) menemukan sebuah drone bawah laut atau Seaglider di Laut Selayar, Sulawesi Selatan. Seaglider tersebut panjang bodinya mencapai 225 cm dan memiliki dua sayap dengan panjang masing-masing 50 cm, baling-baling (propeller) 18 cm di bawah, panjang antena 93 cm. Ada pula instrumen mirip kamera di bodi.

Baca Juga  Duka Mendalam, CEO BRORIVAI Center Meninggal Dunia

Seaglider ini dioperasikan untuk menghimpun data oseanografi yang bisa digunakan untuk keperluan industri pengeboran, industri perikanan, maupun kepentingan militer dan pertahanan. Yang jelas, Indonesia tidak punya alat seperti ini. (RedG/Ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed