Warga masyarakat menerima bantuan beras dari KPP yang dikoordinir H. Nuryadin, Pemalang

OPINI

Oleh : Kemas M.Y.B.S (Taruna Politeknik Pemasyarakatan)

Jakarta – Di zaman yang sudah sangat modern ini sangat mudah bagi kita untuk menemukan tindak kecurangan didalam kehidupan sehari-hari. Tindakan kecurangan inilah yang telah menjadi suatu kebiasaan bagi orang-orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Tindakan tersebut biasa kita sebut dengan korupsi. Robert Klitgaard mendefinisikan “corruption is the abuse of public power for private benefit”, korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan publik untuk keuntungan pribadi. Korupsi juga berarti memungut uang bagi layanan yang sudah seharusnya diberikan, atau menggunakan wewenang untuk mencapai tujuan yang tidak sah (Robert Klitgaard dkk., 2002: 3) sehingga dapat kita lihat dari definisi tersebut kita bisa menyamakan tindakan korupsi ini dengan kasus pencurian guna meraup keuntungan pribadi bahkan sebagai suatu penyakit, korupsi pada hakikatnya tidak saja membahayakan keuangan negara, Frans Magnis Suseno menjelaskan bahwa praktik korupsi di Indonesia telah sampai pada level yang paling membahayakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perilaku korupsi sendiri ditengarai oleh Suwitri (2007:23-41) sebagai perilaku yang menyimpang atau abnormal behavior, Meski begitu, dengan banyaknya kejadian korupsi di Indonesia, masyarakat seolah menganggap hal tersebut adalah fenomena yang biasa saja yang terjadi di negara ini. Permasalahan ini seolah tidak mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat sendiri. Namun, perlahan tapi pasti sebagian masyarakat telah memulai langkah baru untuk menanamkan nilai anti korupsi yang dapat kita mulai dari diri kita sendiri.
Hal tersebut sangat perlu dilakukan dan diaplikasikan karena tindakan korupsi ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada tingkat pejabat saja seperti pada contoh kejahatan kerah putih atau contoh kejahatan korporasi, namun apabila kita melihat lebih jeli lingkungan di sekitar kita, mungkin kita dapat menemukan praktek korupsi tersebut bahkan di masyarakat umum Dan apabila seseorang sudah masuk kedalam celah tersebut, maka untuk keluar dari kebiasaan korupsi tersebut sangatlah sulit.

Untuk itu, kita sebagai insan pemasyarakatan perlu menanamkan beberapa nilai anti korupsi yang dapat kita mulai dari diri kita sendiri, dengan tujuan agar kita bisa menghindari dampak dan juga akibat yang ditimbulkan dari aktifitas korupsi ini. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah korupsi yang dapat kita mulai dari diri kita sendiri..

Menanamkan Kejujuran
Penanaman nilai-nilai kejujuran sebagai salah satu cara mencegah korupsi mulai dari diri sendiri sangatlah penting dan kita bisa mengaplikasikan prinsip-prinsip kejujuran ini dalam kegiatan kita di seluruh unit pelayanan teknis Pemasyarakatan yang kita lakukan sehari-hari seperti jujur dalam berbicara, jujur dalam bertindak dan selalu jujur dalam melakukan semua aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, secara perlahan kita dapat menanamkan sifat kejujuran di dalam diri kita dan agar kita bisa memiliki ketahanan terhadap tindakan korupsi yang dapat dilakukan dengan mudah apabila di dalam seseorang sudah memiliki sikap tidak jujur.

Memahami Hukum yang Berlaku
Setelah kita sadar bahwa pentingnya bersikap jujur, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk bisa mencegah tindakan korupsi dari dalam diri sendiri adalah dengan lebih memahami pengertian dari hukum yang berlaku di Indonesia. Contohnya, ketika seseorang oknum pemasyarakatan melakukan suatu tindak pidana korupsi, maka ia akan di proses hukum oleh Negara melalui hukum yang berlaku di indonesia yaitu melalui Proses penanganan tindak pidana korupsi khususnya berdasarkan Undang–Undang No. 31 Tahun 1999 jo Undang–Undang No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang– Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Rini, 2018).

Hal yang perlu mendapat perhatian bahwa hukum hendaknya ditegakkan secara konsekuen dan aparat harus menindak siapa saja yang melakukan korupsi tanpa pandang bulu atau tanpa melihat siapa saja pelakunya. Pemerintah dan masyarakat melalui lembaga–lembaga yang ada harus berani melakukan pembersihan terhadap siapa saja yang tidak jujur dalam mengelola atau menggunakan uang Negara yang dengan mengetahui hal tersebut kita dapat membentuk mental disiplin didalam diri kita sehingga dengan adanya rasa disiplin, kita akan selalu taat kepada hukum.

Hidup Sederhana
Rasa yang selalu senantiasa bersyukur kepada tuhan yang maha esa akan membentuk suatu kesederhanaan di dalam hidup kita. Rasa untuk dapat hidup dengan sederhana dapat membuat kita selau merasa berkecukupan. kita bisa mulai menamkan nilai-nilai kesederhanaan lewat berbagai macam kegiatan. Contohnya janganlah memaksakan kehendak apabila kita belum mampu untuk membeli sesuatu dan janganlah kita biarkan sifat konsumtif hadir didalam diri kita lalu biasakanlah untuk membeli suatu barang yang baru apabila barang yang lama benar-benar tidak bisa digunakan atau tidak bisa diperbaiki lagi dan tanamkan didalam diri kita bahwa yang paling penting dari suatu barang adalah fungsi nya, bukan bagus atau baru nya.

Mengajarkan Sifat Tanggung Jawab
Sugono (2008) menyebut definisi tanggungjawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh di tuntut, dipersalahkan dan di perkatalan). Tanggung jawab berhubungan erat dengan integritas diri pribadi karena apabila seseorang melakukan sesuatu pekerjaan maka ia harus bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Rasa tanggung jawab dapat ditanamkan dari dalam diri kita sendiri dengan menanamkan sikap bahwa kita sebagai petugas pemasyarakatan untuk selalu melakukan tugas dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab atas tugas yang telah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakannya dan Hal tersebut nantinya akan berkembang menjadi sebuah prinsip untuk senantiasa hidup bertanggung jawab dan mematuhi aturan-aturan yang ada pada hukum yang berlaku.

Meningkatkan Keberanian
Sebuah sikap berani harus tertanam didalam diri petugas pemasyarakatan apabila kita menemukan sesuatu yang janggal maka sikap berani yang kita miliki dapat mengungkap dan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwenang dan hal ini dapat kita latih dalam kegiatan kita sehari-hari ketika sedang bertugas seperti berani untuk menegur teman yang tertidur saat melakukan piket jaga ataupun berani menegur oknum-oknum yang melakukan transaksi ilegal.

Di lain sisi, apabila kita terbiasa melakukan hal yang berani maka rasa percaya diri kita juga dapat meningkat. Rasa percaya diri tersebut sangat penting untuk kita terutama untuk kehidupan kita dalam bersosialisasi dengan masyarakat ataupun dengan rekan sesama petugas pemasyarakatan dan dengan adanya rasa percaya diri ini maka kita dapat dengan berani mengungkap suatu kesalahan-kesalahan tersembunyi yang ada di sekitar kita, seperti tindakan korupsi contohnya kita yakin bahwa perbuatan seorang oknum tersebut melanggar hukum maka kita dengan percaya diri dan berani dapat mengungkapkan fakta yang ada kepada pihak yang berwajib.

Menumbuhkan Kepedulian
Langkah selanjutnya sebagai cara mencegah korupsi dari dalam diri sendiri adalah menumbuhkan rasa kepedulian. Rasa empati perlu ditanamkan oleh petugas pemasyarakatan melalui beberapa contoh seperti menolong rekan kerja yang sedang mengalami kesulitan dan lain sebagainya. Meskipun contoh ini terlihat sederhana namun hal ini sebenarnya mengandung arti yang penting mengenai kepedulian, terhadap sesama manusia dan makhluk hidup. Rasa kepedulian ini harus terus dipupuk didalam diri kita sehingga kita bisa menjadi orang yang bijaksana dan dapat berpikir dengan jernih sebelum melakukan hal yang dilarang seperti tindakan korupsi ini.

Kepedulian yang tinggi akan menyebabkan kita untuk berpikir dua kali terhadap tindakan yang akan kita lakukan. Apakah tindakan tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap orang lain? Apakah tindakan tersebut akan memberikan kerugian atau kerusakan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari korupsi karena mengetahui bahwa tindakan tersebut akan memberikan kerugian terhadap negara dan rakyatnya.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai beberapa cara mencegah korupsi dimulai dari diri sendiri dalam lingkup pemasyarakatan. Kita perlu menanamkan hal-hal tersebut secara berkelanjutan agar menjadi suatu kebiasaan bagi kita petugas pemasyarakatan.
Petugas pemasyarakatan merupakan aset negara yang luar biasa karena kita dapat membina warga binaan pemasyarakatan yang tersesat kembali kejalan yang benar dan hal terebut harus kita mulai dari diri kita sendiri sebagai petugas pemasyarakatan  yang memiliki kualitas dan integritas yang selalu berani untuk mengatakan tidak kepada korupsi. (RedG/opini)

 

Tinggalkan Komentar