oleh

Pemprov Jateng Siap Distribusikan Rapid Test Lewat Dinkes Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah 

Semarang – Rapid tes atau alat tes cepat yang setelah lama menunggu akhirnya tiba di Jawa Tengah. Sebanyak 8400 rapid tes kini berada di gudang obat milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Tambak Aji Ngaliyan Semarang.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang sedang mengecek langsung keberadaan rapid test itu untuk meminta agar alat segera didistribusikan. Ia memerintahkan hari ini juga, ribuan alat tersebut dikirim ke daerah-daerah dengan Orang Dalam Pengawasan (ODP) terbanyak.

“Alhamdulilah alat rapid test sudah tiba di Jateng, Sebanyak 8400 sudah ada, dan saya minta langsung didistribusikan hari ini juga, “ungkap Ganjar.

Dengan hal ini, Ganjar, menegaskan , pengecekan menggunakan rapid test akan diprioritaskan kepada ODP. Untuk itu, masyarakat yang dalam kondisi sehat, diminta tidak berbondong-bondong mendatangi rumah sakit untuk melakukan rapid test.

“Masyarakat tidak perlu berbondong-bondong, yang sehat tenang saja. Kami akan konsetrasi dulu pada mereka yang ODP, “ujarnya, Jumaat (03/20).

Dengan hal ini, Guna tindakan lanjut, Ganjar akan melakukan dengan metode jemput bola.Petugas yang akan melakukan pengecekan menggunakan rapid test akan mengunjungi rumah-rumah warga yang dinyatakan ODP.

“Kami akan mendatangi ODP, jadi mereka di rumah saja karena kami sudah punya datanya semua. Selain itu, ODP kan memang harus di rumah, mengisolasi diri. Maka kami akan jemput ke rumah dan melayani semuanya, “terangnya.

Ditanya soal target waktu, Ganjar menerangkan bahwa pegecekan menggunakan rapid test sangat cepat. Ditargetka setelah alat disebarkan, dalam waktu sehari pengecekan bisa selesai.

“Itu cepat kok, target satu hari selesai. Paling lambat dua hari, biar cepat diketahui hasilnya dan dilakukan tindakan-tindakan selanjutnya, “tuturnya.

Hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan , 8400 alat rapid test tersebut tiba di Jateng, Kamis (26/03) sore. Alat itiu kemudian disimpan di tempat khusus di gudang milik Dinkes Jateng.

Baca Juga  Latih Berempati, GMNI Galang Dana Erupsi Semeru

“Pembagiannya kami lakukan ke daerah-daerah yang memiliki ODP melalui dinas kesehatan Kabupaten/Kota masing-masing, “ jelasnya.

Yulianto, menambahkan, di Jateng sendiri ODP mencapai 3.638 orang. Jumlahitu tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Jateng.(RedG/ Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed