Kota Pekalongan – Genangan air banjir rob masih menggenangi sejumlah wilayah di Kota Pekalongan khususnya wilayah Kecamatan Pekalongan Utara. Kenaikan volume air banjir rob pun bervariasi 30-70 sentimeter dan semakin meninggi dalam tiga hari terakhir, yang di sebabkan oleh naiknya permukaan air laut. Hingga saat ini, ketinggian air rata-rata mencapai 70 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa.

Merespon cepat keluhan warga di wilayah terdampak banjir rob, usai meninjau dapur umum Brimob Batalyon B Pelopor sat Brimob Polda Jateng di Stadion Hoegeng, Wakil Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid, SE bersama jajaran Brimob Polda Jawa Tengah dan Komunitas Pekalongan Tanggap meninjau langsung lokasi di salah satu wilayah terdampak banjir rob yakni di pemukiman warga sepanjang pesisir Pantaisari, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (3/6/2020) sore.

Hal ini disampaikan melalui rilis yang diterima Gnews Id, pada hari Kamis, (4-06-2020). Wakil Walikota dan bersama jajaran Brimob Polda Jateng Usai mengecek lokasi.

Orang nomor dua di Kota Pekalongan itu menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi dari warganya bahwa gelombang air pasang hari ini lebih besar dibandingkan dua hari lalu. Pada kesempatan tersebut, rombongan Wakil Walikota Pekalongan juga membagikan bantuan makanan berupa nasi bungkus kepada warga di wilayah terdampak rob cukup parah itu. Sebab, di kondisi rob seperti sekarang ini, aktivitas warga untuk memasak di dapur cukup terganggu.

“Kami bersama Brimob Polda Jateng dan Pekalongan Tanggap Peduli meninjau langsung bergerak cepat mengecek ke lokasi salah satu wilayah terdampak rob usai mendapatkan telepon dari Ketua RW bahwa ombak semakin tinggi dan melimpas dari pantau ke rumah-rumah warga,” tutur Aaf, sapaan akrabnya.

Menurut Aaf, Pemerintah kota akan terus berupaya dalam menyelesaikan masalah banjir rob tahunan yg terjadi di Kota Pekalongan, dan tentunya hal ini akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Pihaknya juga menerima usulan dari warga setempat agar Pemerintah Kota Pekalongan kembali melanjutkan pekerjaan tanggul yang berhenti di sisi Timur.

“Pembenahan tanggul yang ada di sisi Barat sepanjang 2 kilometer memang belum ditinggikan dan masih rencana untuk pembenahan. Untuk status darurat bencana, kemarin kami belum menetapkan, namun dengan semakin tingginya gelombang air pasang ini akan kami segera evaluasi dan koordinasikan dengan instansi terkait hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Kami juga tetap mengimbau kepada warga yang ada di pesisir pantai dan rumahnya tergenang rob cukup tinggi bisa segera mengungsi BPBD atau call center 112 yang siap 24 jam untuk dilakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman,” terang Aaf.

Sementara itu, Ketua RW 10 Kelurahan Panjang Baru, Dani mengungkapkan, akibat banjir rob kali ini di Kelurahan Panjang Baru sendiri setidaknya ada 2 RW yang terparah terdampak rob khususnya yang berada di pesisir laut yakni RW 09 dan RW 10 Kelurahan Panjang Baru, dimana ada sekitar 1000 warga terdampak rob yang terjadi saat ini.

“Gelombang air laut sore ini (3/6) lebih tinggi dari tanggal 1 Juni kemarin mengakibatkan pemukiman warga yang berada di sepanjang pesisir pantai khususnya RW 09 dan RW 10 terendam cukup parah. Dengan tinjauan Pak Wakil beserta rombongan kami mengucapkan terimakasih atas kesigapan dan merespon cepat keluhan kami dengan harapan Pemkot Pekalongan nantinya akan segera merespon cepat dan menyiapkan langkah yang tepat untuk mengantisipasi banjir rob yang hampir setiap tahun kami alami,” jelas Dani. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar