Kota Pekalongan – Timezone Pekalongan Plaza mengajukan untuk buka kembali setelah dua bulan tutup saat pandemi Covid-19. Pemerintah Kota Pekalongan belum memberikan lampu hijau, pasalnya wahana permainan bukan merupakan kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan. Selain itu, wahana permainan menyasar ke anak-anak yang juga rentan terhadap penularan Covid-19.

Berbagai protokol kesehatan disampaikan Manajemen Timezone Pekalongan Plaza. Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga ikut memberikan saran dan masukan saat koordinasi di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Jumat (5/6/2020). Hasil dari koordinasi tersebut masih dikaji dan keputusan final dari Walikota Pekalongan.

Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Pekalongan, drg Agust Marhaendayana MM, Senin (8/6/2020) menerangkan bahwa Manajemen Timezone Pekalongan telah menyampaikan protokol kesehatan yang cukup ketat.

“Kota Pekalongan belum mendeklarasikan new normal, di beberapa daerah juga belum dan masih persiapan new normal. Saya katakan ini karena wahana permainan itu bukan merupakan kebutuhan pokok, yang kebutuhan pokok itu sandang dan pangan yang di kementerian sudah dimunculkan protokol kesehatannya. Sementara untuk wahana permainan itu belum. Tempat wisata juga sudah ada protokolnya, dan itu cukup ketat. Jadi ini menjadi pertimbangan sehingga apabila nanti betul-betul direkomendasi harus dilaksanakan dengan cukup ketat,” terang Agust melalui keterangan tertulis yang diterima jurnalis Gnews.Id, Senin (8-6-20).

Lanjut Agust, ia menjelaskan bahwasannya protokol khusus untuk pendidikan pun memang belum diterbitkan oleh kementerian, otomatis anak-anak di bawah umur yang rentan terhadap penularan dan usia lansia yang juga rentan terhadap penularan belum diizinkan untuk melakukan aktivitas.

“Sekolah formal maupun nonformal juga belum diterbitkan protokol resminya. Kaitannya dengan wahana ini yakni menyasar dunia anak-anak. Tidak menutup kemungkinan izinnya ini tidak akan dikeluarkan dulu,” papar Agust.

Dalam penerapan protokol kesehatan di wahana permainan sudah disampaikan panjang lebar teknisnya. Namun yang lebih diutamakan adalah frekuensi sterilisasi, wahana permainan tidak sekadar dibersihkan sehari berapa kali tetapi setiap pergantian pengguna itu harus disterilkan.

“Setiap saat pengguna wahana harus tetap terpantau, misal ada yang ke kamar kecil atau lainnya kemudian kembali ke wahana, pengunjung yang masuk dan keluar jangan sampai bersenggolan, bisa saja pengunjung yang masuk ke wahana dalam keadaan steril dan keluar tidak steril karena memegang benda yang terlupakan untuk dibersihkan,” jelas Agust.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Pekalongan, Erli Nufiati SE menegaskan bahwa ini masih akan menjadi pertimbangan, masukan dari Kepala Dinas Pendidikan, Drs Soeroso MPd, Kepala Dinas Kesehatan, Dr Slamet Budiyanto SKM MKes, dan dinas lainnya akan menjadi bahan pertimbangan walikota untuk memutuskan.

“Ini akan kami laporkan dulu ke Sekda dan Walikota Pekalongan. Tak bisa langsung diputuskan, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan secara matang karena objeknya anak-anak,” tegas Erli.(RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar