Baju biru - Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata dan Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggiring kegiatan pusat disini. Salah satu sarana yang disiapkan ialah sektor meeting, incentive, convention and exhibition (MICE).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan, untuk menarik kegiatan pusat ke Batam, pemko telah menyiapkan semua kebutuhan untuk para peserta MICE.

“Infrastruktur kita sudah siap dan destinasi wisata sangat beragam karena sektor MICE ini yang tak kalah terpenting yakni setelah pertemuannya. Maka dari itu daerah kita Batam salah satu tempat favorit MICE,” kata Ardi saat menjadi pembicara di Gala Webinar Pelaku Usaha MICE Batam, Sabtu (7/11/2020).

Bagi para peserta pertemuan akan sangat mudah mengunjungi destinasi atau kegiatan lain di Batam. Setelah pertemuan, peserta bisa kuliner, belanja, main golf, menyelam, religi dan sebagainya. Selain itu, di bawah pimpinan Wali Kota Batam, daerah ini sudah memenuhi konsep 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas).

“Batam sudah punya semua, jalan lebar, dan destinasi lengkap. Semua ini menjadi kekuatan Batam untuk dijadikan tempat pertemuan. Apalagi Batam juga sangat dekat dengan negara tetangga; Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan bahwa di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini perlu dibangun optimisme. Pasalnya, sektor pariwisata ini sangat unggulan dan kini paling terdampak.

“Biasanya setiap bulannya Batam dikunjungi ratusan ribu wisatawan mancanegara, namun di masa pandemi ini hanya dikunjungi ribuan saja. Tapi kita tak menyerah, sekarang kita lagi berupaya menghidupkan kembali pariwisata,” ujarnya.

Ia mengaku sejumlah pelaku usaha sektor pariwisata sangat merasakan dampak Covid-19 terutama sektor hotel. Namun, Pemko Batam akan terus berjuang untuk membuat pariwisata Batam menggeliat lagi. “Saya terus memotivasi hotel dan saya juga sudah menggiring kegiatan pusat agar digelar di Batam,” ujar Syamsul.

Ia mengatakan, apabila sektor ini hidup lagi, maka perekonomian Batam juga akan menggeliat lagi. Ia yakin dengan banyaknya orang bergerak, akan berdampak dan menghidupkan kembali perekonomian. “MICE ini harus direkayasa, maksudnya harus dibuat dan undang kegiatan-kegiatan pusat agar menggelar kegiatan di hotel-hotel dan sebagainya,” kata dia.

Salah satu rekayasa agar sektor MICE kembali hidup, yakni dengan mengizinkan 78 kegiatan. Adapun kegiatan itu di antaranya; seminar, wisuda, dan sebagainya. Dengan dibolehkannya kegiatan tersebut diyakini akan menggeliatkan lagi ekonomi daerah ini. “Meski begitu, tentu tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Syamsul. (RedG/Bayu)

 

Tinggalkan Komentar