Pemalang – Kunjungan balasan ke Kabupaten Banjarnegara dilakukan oleh Bupati Pemalang Junaedi dengan mengutus kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang untuk menyampaikan permohonan maaf, atas terjadinya kericuhan yang memalukan Pemkab dan masyarakat Pemalang, akibat ulah oknum suporter PSIP Pemalang, terhadap Suporter Persibara Banjarnegara, pada Minggu petang, (22/7/2018) usai laga partai final Liga 3 Jateng 2018 di luar stadion Muchtar Pemalang.

Kunjungan tersebut, merupakan bentuk silaturahmi dan kunjungan balasan dari kunjungan sebelumnya Banjarnegara ke Pemalang.

Kunjungan balasan tersebut, diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, didampingi Kadikominfo dan Kasatpol PP Banjarnegara di rumah dinasnya

Kunjungan balasan pemkab Pemalang ke pemkab Banjarnegara sebagai silaturahmi dan meluruskan pemberitaan yang simpang siur berkenaan dengan permasalahan suporter sepakbola

Bupati Pemalang Junaedi, yang di wakili Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang, Nugroho, BR saat memimpin delegasi Pemalang, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, atas penerimaan yang luar biasa dari kunjungan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan salam hormat, dari Bupati Pemalang Junaedi, kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

“Tadi malam kami pamit beliau, dan beliau menyampaikan titip salam hormat kepada bapak”, ujar Nugroho, jumat (27/7/2018).

Sementara Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam pertemuan itu ,atas nama Pemkab serta masyarakat Banjarnegara memaafkan kejadian kemarin, seraya menyampaikan salam kepada Bupati Pemalang dan masyarakat Pemalang.
Sedangkan untuk proses hukum, pihaknya berharap tetap berjalan, sehingga diharapkan dapat memberikan efek jera dan pelajaran bagi pelaku.

“Untuk itu, kami pesan kepada masyarakat Pemalang, mari kita bersahaja saja untuk persepakbolaan, kita bina yang baik, kita bikin persaudaraan makin erat, agar Pemalang dan Banjarnegara bisa jadi contoh bagi kabupaten lain”, ajaknya,

Sedangkan terkait isu yang berkembang, bahwa setiap kendaraan dengan plat nomor G (Pemalang), yang masuk ke Banjarnegara akan dihadang, pihaknya membantah beredarnya isu tersebut dengan lugas.

“Tidak ada itu, tidak benar Banjarnegara bersahabat, hati – hati itu provokator yang tidak ingin Indonesia damai”, tegasnya.

Pertemuan ini, juga dihadiri , beberapa suporter Lasbon Mania dari Pemalang, Baramania suporter Persibara Banjarnegara dan sejumlah awak media dari kedua Kabupaten ngapak itu.(RedG)

Tinggalkan Komentar