oleh

Pemilihan Ketua Umum IA ITB Akan Digelar Secara Voting Berbasis Data Dukcapil

Jakarta – Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) menjalin kerjasama pemanfaatan data kependudukan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ketua IA ITB, Ridwan Djamaluddin mengatakan, pemanfaatan data kependudukan tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas tata kelola organisasi IA ITB, khususnya dalam rangka penyelenggaraan pemilihan Ketua Umum IA ITB yang rencananya akan diselenggarakan 26-27 Maret 2021 mendatang.

“Kami akan menyelenggarkan pemilihan Ketua Umum IA ITB, dengan banyaknya anggota kurang lebih 1100 ribu. Rencananya kami akan lakukan secara elektronik sehingga membutuhkan basis data yang kuat,” ujar Ridwan di acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan NIK dan KTP-el antara IA ITB dengan Ditjen Dukcapil, di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Menurutnya, dengan adanya kerjasama ini, membuat IA ITB menjadi ikatan alumni pertama di Indonesia yang memanfaatkan data kependudukan.

Untuk itu, kata Ridwan, dengan adanya kerjasama pemanfaatan ini data kependudukan ini juga merupakan salah satu langkah lebih maju dalam tata kelola organisasi yang tadinya tradisional.

“Harapannya, tingkat keabsahan pemilihan ketua umum IA ITB dapat menjadi lebih baik,” kata Ridwan.

Selain itu, lanjut Ridwan, pemanfaatan NIK dan KTP-el dinilai dapat memancing peningkatan partisipasi anggota IA ITB dalam pemilihan ketua umum menjadi dua kali lipat atau lebih. Pasalnya, proses verifikasi menjadi lebih cepat dan lebih efisien.

“Ini akan kami laporkan juga kepada pimpinan ITB untuk mungkin ditindak lanjuti kepada mahasiswa, karena mahasiswa yang perlu didata itu banyak sekali termasuk untuk program beasiswa dsb,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi itikad IA ITB dalam memanfaatkan data kependudukan.

Baca Juga  Kenang WR. Soepratman, Heningkan Cipta Sejenak

“Saya mengapresiasi langkah yang diambil IA ITB dalam melakukan kerjasama pemanfaatan NIK dan KTP-el ini. Ini akan mendorong ikatan-ikatan alumni lainnya, atau bahkan lembaga pendidikan secara lebih luas untuk mau menggunakan data kependudukan,” tandas Zudan. (RedG/ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed