oleh

Paslon 02 Perkuat Jateng untuk Perubahan

SOLO- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memperkuat perjuangan di Jawa Tengah bukan untuk melawan atau berhadapan dengan siapa pun. Melainkan untuk perubahan, untuk melawan ketidakadilan, korupsi, kemiskinan, dan keterbelakangan.

“Ini musuh bersama rakyat karena itu setiap tindakan melawan kemiskinan, ketertinggalan, korupsi, ketidakadilan pasti didukung rakyat,” tandas Koordinator Relawan PADI Jateng, Sudirman Said dalam sambutannya pada acara pengukuhan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) Relawan PADI se-Solo Raya, Minggu (30/12) di Solo, Jateng.

Sudirman menyampaikan, partai apapun, siapapun penguasa yang menyuburkan korupsi, penyelewengan, ketidakadilan, membiarkan petani menderita, nelayan sengsara, dan mempersulit hidup para guru, pasti ditinggal rakyat.

Lebih lanjut Sudirman menyampaikan, pihaknya memperkuat posisi di Jateng juga bukan karena merasa kuat, tetapi sebaliknya justru merupakan kerendahatian, kesadaran bahwa masih banyak kelemahan.

“Karena itu kita harus memperkuat diri,” tambah Sudirman, yang juga Direktur Materi dan Debat BPN PADI.

“Kita ingin menata barisan, menata shaf- shaf perjuangan, merapihkan gerakan dalam tiga bulan masa yang paling penting.  Pastikan kepemimpinan di setiap tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan desa, sampai TPS,” ucapnya lagi.

Pada kesempatan itu Sudirman mengapresiasi militansi relawan PADI.  Meski tak punya dukungan media, tak punya logistik berlebih, tidak bisa menggerakkan aparat, tetapi PADI memiliki relawan yang militan.

“Militansi adalah mesin mandiri yang tidak bisa dihentikan siapapun. Dengan militansi segala keterbatasan dapat diatasi dan dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya lagi. (Naufal)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar