oleh

Pasca Terkena Dampak Angin Muson Timur, Kelompok Seniman Muda Kota Semarang dan Bunga Jabe Ajak Resik-Resik Pantai

Karimun Jawa- Sekelompok seniman muda daerah turut kampayekan gerakan resik-resik pantai pasca terkena dampak angin muson timur. Gerakan ini yang bertujuan untuk mengurangi sampah-sampah yang terbawa arus hingga terseret ke bibir pantai. Selain itu, mereka memberikan edukasi kepada masyarakat terkait membuang sampah sembarangan di pantai. Inisitor gerakan tersebut diadakan oleh Sekelompok Seniman muda Kota Semarang dan Bunga Jabe, Karimun Jawa.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panitia Ahmad Fauzi saat ditemui oleh wartawan Gnews. Id pada hari Jumat (6-11-2020) malam.

“Kamujan sendiri terkena dampak angin musim timur. Setelah masa peralihan angin muson timur di wilayah sekitar Pantai Bunga Jabe banyak sampah berserakan, “kata Ahmad Fauzi.

Selain itu, Ahmad Fauzi menjelaskan tujuan dari gerakan tersebut memberikan edukasi di masyarakat terkait membuang sampah sembarangan.

“Memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait sampah. Dihimbau untuk masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di pantai, “ungkapnya.

Pantauan di lapangan, kegiatan dimulai pukul 08.00 pagi hingga 11.30 siang. Satu persatu, peserta langsung turun aksi menyusuri di bibir pantai dengan membawa perlengkapan resik-resik seperti kantong dan sampan. Aksi mereka dimulai dari Pantai Ambar, Bunga Jabe hingga menyusuri ke Pantai Amera.

Sementara itu, Salah satu peserta, Indah Sri Nofitasari menilai kegiatan tersebut bagus diadakan karena bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di pantai.

“Bagus banget sih tetapi melihat sekitar di Pantai Bunga Jabe dipenuhi sampah yang berserakan. Saya sempat bertanya kepada warga terkait sampah tersebut tidak dari pengunjung melainkan kiriman dari ombak, “kata Indah Sri Nofitasri, Kamis (5-11-2020) siang.

Indah juga mengharapkan, kegiatan resik-resik pantai tidak hanya satu kali saja melainkan dapat berlanjutan agar potensi wisata pantai menambah keindahan di Pulau Karimun Jawa itu sendiri.

Baca Juga  Ekspresi Seni Menggairahkan Ekonomi di Penghujung Pandemi Covid-19

“Harapannya kita bisa menjadi contoh buat para pengunjung, nelayan, atau buat siapapun bisa diterusin kegiatannya, “tambah dia

Informasi yang dihimpun, kegiatan ini merupakan serangkaian acara dari Ekspresi Seni Anak Pulau yang bertajuk ” Menampak Tampak Sanggar-Sanggar” yang di selenggarakan pada tanggal 5-6 November 2020. (RedG/Dicky Tifani Badi)

 

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed