Wonogiri- Untuk meningkatkan swasembada pangan di Kabupaten Wonogiri, Kodim 0728 Wonogiri membuat demplot padi seluas (1) satu hektare bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri. Demplot berlokasi di Dusun Segawe, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri.

 

Lahan demplot merupakan milik Gapoktan “Ngesti Utomo” dengan varietas padi Sunggal. Padi yang ditanam Sabtu (14/4/18) 3 bulan yang lalu dan sekarang saat panen telah berusia 90 hari, tanam padi menggunakan sistem jajar legowo (jarwo), hari telag dilaksanakan Panen Bersama Demplot Kodim 0728/Wonogiri, Senin (16/7)

Hadir Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf M. Heri Amrulloh, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri Ir. Safuan, PLL Kecamatan Wonogiri Syawal, para Danramil dan Perwira Staf jajaran Kodim 0728/Wonogiri, Ketua Persit KCK Cab. XLIX Dim 0728 Wonogiri Ny. Fara Heri Amrulloh berserta pengurus, Kades Purwosari Kadris dan para petani Gapoktan “Ngesti Utomo”.

Acara diawali laporam Kepala Desa Purwosari Kadris, “Sangat bangga dengan dengan kelompok tani kita, dengan petani-petani kita yang selama ini para petani itu adalah yang tua-tua akan tetapi di kelompok tani di sini muda-muda, adanya panen bersama ini terselenggara berkat kerja sama dengan Kodim 0728/Wonogiri. Kita sebagai petani harus punya prinsip, petani itu bukan suatu pekerjaan yang remeh, petani itu adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia, jadi Jangan meremehkan petani. Karena dengan bertani kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Kelompok tani Ngesti Utomo di Purwosari ini pengurusnya juga muda-muda, jadi ini memberikan suatu motivasi bagi pemuda-pemuda lainnya bahwa bertani itu sangatlah mulia,” jelasnya.

Kemudian Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M. Heri Amrulloh S.Sos.MH dalam sambutannya menyampaikan, anak muda yang masih produktif jangan malu jadi petani, karena petani itu mulia, karena sudah ada contohnya pemuda menjadi petani yang Sukses dan Kaya. Program Jajar legowo(Jarwo) ini adalah merupakan suatu program nasional yang sudah kita laksanakan, akan tetapi tidak semua petani mengikuti program itu, padahal itu sudah nyata nyata terbukti bahwa hasilnya dalam panen menghasilkan yang sangat maksimal.

“Kita harus kampanye kepada anak-anak muda yang masih nganggur atau belum punya pekerjaan, kita jangan malu menjadi petani karena petani itu sangatlah mulia. Anak muda harus bangga menjadi petani, Pertanian itu sangat membantu dalam Pertahanan karena kaitanya sangat besar sekali. Semoga dengan adanya kelompok tani “Ngesti Utomo” kedepan dapat tambahan pekerja dari usia-usia produktif dan petani Purwosari lebih baik, serta bisa merubah ekonomi masyarakat sekitar terutama masyarakat Purwosari,” Pungkas Dandim.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri Ir. Safuan dalam sambutannya menyampaikan, Dengan Sistem tanam jajar legowo (Jarwo) panen untuk para petani bisa sangat maksimal sehingga para petani mendapatkan suatu keuntungan dari hasil panen tersebut. Selama ini, kegiatan kerja bareng Antara gapoktan dengan Babinsa juga dengan penyuluh (PPL), sehingga kendala-kendala yang ada di lapangan bisa di terselesaikan baik yang berkaitan dengan perairan dan juga pupuk. Di 2018 ini khususnya pupuk penebusan nya dengan menggunakan dengan kartu tani, sehingga jangan sampai nanti yang lahan sudah ada tanamannya tidak dapat pupuk.

Ketua Gapoktan Warsino didampingi Babinsa Sertu Jumadi. Saat dijumpai menyampaikan bahwa panen Bersama Denplot Kodim 0728/Wonogiri lahan seluas 1 Hektar yang ditanami padi varetas Sunggal telah dilaksanakan panen, Senin (16/7) pagi hari, sebelum panen telah didahului dengan pengubinan 2,5 meter x 2,5 meter dengan hasil 6,6 kg, jadi hasil panen keseluruhan 10,56 ton. (RedG-Aris)

Tinggalkan Komentar