oleh

Nilai Investasi Tanjung Sauh Capai Rp33 Triliun

 

Batam – Tiga perusahaan yang tergabung didalam konsersium yakni PT Batamraya Sukses Perkasa, PT Tembesi Jaya Makmur dan juga PT Jaya Industri Makmur melakukan investasi sebesar Rp33 triliun. Perusahaan masih satu dengan Panbil Group ini akan membangun Tanjung Sauh menjadi

kawasan industri dan petikemas untuk daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) nantinya.

“Investasi untuk pembangunan pelabuhan Petikemas dan industri di Tanjung Sudah sebesar Rp33 triliun,” kata Direksi PT Jaya Industri Makmur, Anwar, Selasa (24/11/2020) saat rapim dengan ketua DPRD dan Wakil Wali Kota Batam.

Kata Anwar, untuk merealisasikan pembangunan industri Tanjung Sauh, tiga perusahaan yang tergabung didalam konsorsium ini telah mendapatkan investor. Kata dia, beberapa investor tersebut tidak hanya investor luar saja, tapi juga ada investor lokal.

“Investor sudah ada, yang masuk ke kami investor dari luar dan juga ada investor lokal. Pembangunannya 10 tahun sudah selesai dan tahun depan kami akan lakukan ground breaking,” ujarnya.

Anwar mengatakan, adapun tujuan Panbil Group membangun Tanjung Sauh ialah mendorong dan mensinergikan pertumbuhan ekonomi baru untuk pembangunan Batam-Bintan. Selain itu juga membangun terminal konteiner internasional dan jasa alih kapal dan juga membangun kawasan industri untuk menopang Batam dan Bintan.

“Luas industri ini mencapai lebih kurang 830 hektar, jarak antara Batam 2 km dan jarak dari Bintan 5 km,” ujarnya.

Kata Anwar, untuk kawasan industri Tanjung Sauh mencapai 500 hektar luasnya didalamnya akan ada industri manufaktur. Selain itu juga, untuk pelabuhan Petikemas nya luasnya mencapai 250 hektar, dengan panjang 2.2 km, kapasitasnya mencapai 2-5 terus.

“Saat ini kami sedang melakukan clearing di lokasi tersebut, kami juga sedang menunggu perizinannya,” ujarnya.

Baca Juga  Polda Kepri Berhasil Mengamankan Pelaku Pencabulan

Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum mengatakan, tiga perusahaan yang tergabung didalam konsersium ini meliputi dari PT Batamraya Sukses Perkasa, PT Tembesi Jaya Makmur dan juga PT Jaya Industri Makmur harus memiliki uang cash 15 hingga 20 persen dari nilai investasi.

“Saya yakin mereka siap dengan uang cast 15 hingga 20 persen dari nilai investasi. Lihat saja sekarang, mereka sudah menghabiskan Rp100 miliar diperuntukan buat keperluan seperti pembebasan lahan, studi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut Syamsul, pemerintah tidak akan mempersulit bagi para investor yang ingin berinvestasi di Batam. Misalnya mempermudah pengurusan izin, apalagi saat ini semua sistem sudah berbasis online dan hal ini memudahkan kedua belah pihak.

“Tidak perlu lagi mengurus perizinan sulit, kami akan mempermudah dan ini juga merupakan kebijakan dari pusat,” ujarnya.(redG/Bayu)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed