oleh

Ngaji Tani, Merawat Khazanah Tani dalam Perspektif Agama dan Budaya

Semarang – Berangkat dari semangat berkontribusi pada negeri Pemuda Tani HKTI Provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan “Ngaji Tani”. Mengusung semangat “Bertani dengan Nurani”, bertani bukan hanya soal untung rugi yang berimbas pada penggunaan cara-cara pintas tanpa peduli dengan kelangsungan alam. Nurani harus dijadikan patokan, alat ukur dan bahan pertimbangan dalam setiap langkah.

Dalam agama juga di sebutkan dan perintah nabi untuk bertani, tentu sesuai dengan kondisi zaman.

“Ngaji Tani” akan mengupas Bertani dari perspektif agama & budaya, membuka dan memperluas cakrawala berpikir anak muda, tentang bertani sebagai ibadah.

Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah menyadari bahwa bertani tidak sebatas menanam kemudian panen atau gagal panen. Bertani erat kaitannya dengan laku spiritual tahapan-tahapan yang dilalui. “ngalungi’, sedekah bumi, dan masih banyak laku spiritual masyarakat Tani.

Bertani itu haruslah dimaknai sebagai proses mengolah diri, karena tiap elemen dan praktik pertanian adalah media belajar bahwa Ikhtiar lahir harus diiringi ikhtiar batin.

“Ngaji Tani” akan mengangkat tema “Merawat Khazanah Tani dalam Perspektif Agama dan Budaya” dengan pembicara Bapak Abdul Kholiq Arif, M.Si.

Pelaksanaan hari Jum’at, tanggal 17 Juli 2020 melalui Zoom meeting.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi 085 777 405 757 (RedG/AK)

Komentar

Tinggalkan Komentar