Boyolali – Tak terasa bulan puasa sudah memasuki hari ke-12. Banyak masyarakat yang keinginannya semakin kuat untuk pulang ke kampung halaman guna merayakan hari kemenangan Idul Fitri mendatang. Namun, himbauan untuk tidak mudik ditahun ini terus digencarkan oleh Pemerintah.

Saat ini, pulang kampung atau mudik sudah sangat tidak dianjurkan oleh beberapa daerah. Salah satunya adalah Kabupaten Boyolali. Kali ini, himbauan datang dari Polres Boyolali. Satlantas Polres Boyolali menghimbau agar warga tidak mudik lebaran terlebih dahulu ditengah Pandemi Covid-19 ini. Masyarakat dihimbau untuk mudik ditahun selanjutnya mengingat Covid-19 ini adalah musuh yang tak terlihat kasat mata.

Namun, bagi pemudik yang memaksakan untuk kembali ke kampung halaman terpaksa akan ditindak tegas oleh petugas. Pemudik akan dipaksa kembali ke daerah asal atau perantauan. Hal ini dilakukan guna mencegah dan memutus mata rantai persebaran Covid-19. Hal ini juga sesuai pada peraturan pusat adanya larangan mudik lebaran.

“Bagi para pemudik, kita akan tetap memutarbalikkan mereka dan menghimbau mereka untuk kembali ke daerah asal. Jadi saya himbau kepada masyarakat yang mungkin masih nekat untuk mudik ke kampung halaman, lebih baik ditunda dan mengutamakan keselamatan terlebih dahulu, kesehatan menjadi nomor satu dan sayangi keluarga anda di kampung halaman,” terang AKP Dwi Panji Lestari selaku Kasatlantas Polres Boyolali, Senin (4/5).

Hingga saat ini, petugas telah melakukan penyekatan atau memberhentikan kendaraan dari 3 titik, yaitu pintu keluar Tol Boyolali, depan Pos Jaga Bangak, dan depan Pos Jaga Pasar Ampel.

“Kegiatan ini akan terus berlangsung selama Pandemi Covid-19. Sejauh ini, sebanyak 200 kendaraan pribadi maupun umum milik para pemudik sudah dipaksa untuk putar kembali ke daerah asal,” tegasnya. ( ar 15 )

Tinggalkan Komentar