Semarang- Kemiskinan adalah salah satu persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, dan salah satu cara paling efektif untuk melawan kemiskinan ialah dengan meningkatkan taraf pendidikan masyarakat. Permasalahannya kemudian ialah, masih banyak guru di Kota Semarang yang belum mendapat gaji layak. Oleh karena itu, salah satu upaya kongkrit menyelesaikan persoalan pendidikan di kota Semarang ialah kesejahteraan guru.

Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum, di hadapan pasangan calon walikota dan wakilnya Hendrar Prihadi, SE., M.M. dan Ir. Hevearita Gunaryanti rahayu, M.Sos saat acara Debat publik Penajaman Visi dan Misi Calon Walikota dan Wakil Semarang tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang, di Hotel Patrajasa, pada 18 November 2020.

Pada kesempatan ini, Muhdi hadir sebagai salah satu panelis, bersama Drs. Tafsir, M.Ag., Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, SE., Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., dan Prof. Dr. Retno Mawarini Sukmariningsih, SH. Dalam kesempatan tersebut, Muhdi menanyakan langkah yang akan dilakukan Walikota.

“Apa yang akan dilakukan oleh pasangan terpilih kelak untuk menyelesaikan persoalan di kota Semarang tersebut?” tanya Muhdi.

Merespons pertanyaan Muhdi tersebut, Hendrar Prihadi meyakinkan bahwa ia bersama pemerintah Kota Semarang terus membenahi persoalan pendidikan di kota Semarang, mulai dari sekolah negeri hingga swasta.

Untuk sekolah swasta, Hendi menargetkan sekolah gratis sekolah swasta untuk 40 untuk tahun ini, sampai 80 sekolah untuk tahun depan, dan akan terus diperbanyak sampai persoalan pendidikan benar-benar terbenahi. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar