Penulis : Sarwo Edy, S.Si.

Pemalang – Gelaran Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) regular 104 tahap I dan Sengkuyung Tahan I tahun 2019 secara serentak se Indonesia dibuka pada 26 Pebruari 2019.  Kodam IV Diponegoro menyelenggarakan TMMD Reguler 104 tahap I tahun 2019 di 4 tempat yaitu di Kodim 0711/Pemalang di Desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Kemudian wilayah Kodim 0706/Temanggung di Desa Tlahap Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, wilayah Kodim 0721/Blora di Desa Jurangrejo, Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora dan Kodim 0726/Sukoharjo di Desa Celep, Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo.

Mengangkat tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah ketika membuka TMMD Reguler 104 Kodim 0711/Pemalang mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam TMMD kali ini sangat relevan dengan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Melalui gotong royonglah kita merawat dan mengatasi persoalan kebangsaan. Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakya

“Melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I (Reguler 104 Dan Sengkuyung tahap I )  Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Inilah bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong royongan, persoalan kebangsaan. Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi untuk mengatasi persoalan’ kata Gubernur seperti yang dibacakan oleh wakil Gubernur  Taj Yasin Maimoen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per bulan September 2018 mencatat jumlah penduduk miskin Jawa Tengah sebesar 3,87 juta orang (11,19%),  mayoritas berada di pedesaan, yakni sebanyak 2,15 juta orang. Tentunya hal ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, semua stakeholder yang ada di provinsi Jawa Tengah termasuk dari TNI maupun masyarakat pada umumnya.

Lebih lanjut Ganjar Pranowo mengatakan bahwa untuk itulah kita terus  m  emfokuskan program penanggulangan kemiskinan dipedesaan dengan prinsip keroyokan melalui pendekatan holistik-integratif-tematik dan spasial.

“Suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai permasalahan masyarakat. Semangat Gotong Royong dan jangan sampai kapital sosial berharga ini luntur dan sirna tergerus oleh berbagai perbedaan yang ada. Berbeda itu biasa karena berbeda memang kodrat Sang Pencipta. Dan, berbeda itu indah.    Maka melalui TMMD ini, mari kita gelorakan lagi semangat kolektifitas serta persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat yang ada Mari kita bangun sarana prasarana, fasilitas  umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat desa.” Ajak Ganjar Pranowo.

Sebelum Pembukaan TMMD Dilaksanakan di Lapangan Desa Jatiroyom, Komandan satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler 104 Kodim 0711/Pemalang Letnan  Kolonel Edy Supriyadi  didepan Wakil Gubernur Jawa tengah, Panglima Daerah Militer (Pangdam) Mayjen TNI Mochamad Effendi, Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana SSos MM, dan Bupati Pemalang H. Junaedi serta forkompinda Kabupaten Pemalang.

Secara Umum TMMD regular 104 melaksanakan kegiatan Fisik nan Non fisik.

 

Gotong Royong dan Sejarah TMMD

Seperti Yang diungkapkan oleh gubernur ganjar Pranowo bahwa semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan merupakansenjata ampuh milik bangsa Indonesia.

“Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan. Ini harus senantiasa kita rawat dan jaga bersama. “ Jelas Ganjar Pranowo.

Sebagaimana diketahui bahwa TMMD merupakan salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Sedangkan bagi Departemen Sosial RI TMMD merupakan upaya untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial guna meningkatkan ketahanan sosial masyarakat. Melalui TMMD, Depsos RI memberdayakan masyarakat agar mereka mempunyai daya dan upaya untuk lepas dari masalah kemiskinan, sekaligus upaya untuk memberdayakan wilayah pertahanan sehingga mempunyai daya tangkal yang kuat bagi kemungkinan ancaman dari luar yang merugikan NKRI.

TMMD dilaksanakan sejak tahun 1980 di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu guna menunjang keberhasilan pembangunan nasional, dalam program TMMD selama ini.

Dasar TMMD

Aturan Perundang undangan yang mendasari penyelenggaraan TMMD ini adalah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Undang-ndang No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang-Undang Pemerintahan Daerah Nomor 32 tahun 2004, Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2005-2009 dan Surat Menteri Dalam Negeri RI tentang Pedoman Penyususan Anggaran APBD untuk Program TMMD, serta Surat Keputusan Menhankam/Pangab tentang Pengesahan Buku Pola dasar Konkritisasi Kemanunggalan ABRI dan Rakyat dan Pola Operasional TNI ABRI Masuk Desa.

Program TMMD ini dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah sasaran dengan menggunakan bottom up planning system yang dilaksanakan secara komprehenif dan integral, karena melibatkan semua unsur yang terkait mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan. Sasaran-sasaran yang dipilih berdasarkan skala prioritas, diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah, kemudian dibahaas di forum DPRD untuk disyahkan menjadi Program Pembangunan Daerah.

Hal ini senada dengan yang di sampaikan oleh Bupati Pemalang ketika peletakan batu pertama proyek fisik TMMD regular 104, bahwa pemilihan desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh sebagai lokasi TMMD regular kali ini karena adanya usulan dari desa yang disampaikan melalui musrembang kecamatan dan menjadi program sasaran pada tingkat kabupaten Pemalang.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan fisik, merehabilitasi sarana dan prasarana yang, meningkatkan sarana prasarana wilayah yang berada di pedesaan berupa infrastruktur, fasilitas umum dan sosial sedangkan kegiatan non fisik, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat, kesadaran bela Negara, penegakan hukum, disiplin nasional dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan, seperti keluarga berencana, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan, dan lain-lain melalui penyuluhanatau kegiatan lainnya yang sifatnya memberikan pencerahan dan penguatan jatidiri bangsa.

Dengan dukungan TMMD untuk kegiatan fisik dan non fisik dari APB Pemda setempat, berupa dana hibah. Sedangkan dukungan pergeseran, kodal, makan dan uang saku pasukan TNI menggunakan APBN. Dukungan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD di masing-masing daerah dalam bentuk tenaga secara bergiliran. Selain itu sebagian masyarakat merelakan sebagian tanahya untuk pembuatan dan pelebaran jalan.

Peningkatan Kesejahteraan

TMMD ini juga harus diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatnya kesehatan lingkungan dan memantapkan kerukunan antar umat beragama dalam rangka mencegah terjadinya konflik SARA, radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Yang tidak kalah penting, kita harus terus mendorong dan mendampingi masyarakat desa agar berkreasi serta berinovasi untuk menggali dan mengoptimalkan potensi desa agar lahir startup wirausaha sehingga masyarakat desa makin sejahtera.

Seperti yang dikemukakan oleh wakil Gubernur Taj Yasin bahwa pembangunan infrastuktur yang dilaksakana dalam TMMD regular 104 Kodim 0711/Pemalang ini dengan membuat jalan desa mapun jalan pertanian yang menghubungkan desa Jatiroyom dan Desa Parunggalih mampu meningkatkan lalulintas ekonomi masyarakat kedua desa tersebut.

Disamping itu dalam TMMD regular ini selain kegiatan fisik juga dilaksanakan kegiatan non fisik sebagai peningkatan sumberdaya manusia di desa tersebut.

“Saya juga berharap, TMMD kali ini bisa disisipkan program-program yang menggugah wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme. Ini penting mengingat maraknya hoax, bully dan ujaran kebencian yang muncul di tengah-tengah kehidupan kita dan berpotensi memecah belah bangsa.” Kata Ganjar.

Oleh karena itu perlu adanya edukasi masyarakat di tengah riuhnya revolusi industri 4.0, bijak bermedsos.

Dengan adanya TMMD ini diharapkan  desa-desa di Jawa Tengah makin maju dan sejahtera dengan tetap mempertahankan keunikan dan kearifan lokalnya. Desanya maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakatnya komplet, SDM-nya makin berkualitas unggul, mandiri, punya spiritualitas tinggi, nggak ada narkoba kreatif dan inovatif serta mempunyai karakter kebangsaan yang kuat. (RedG)

 

Tinggalkan Komentar