oleh

Menteri PPPA Pastikan Pengungsi dapat Rasa Aman Dan Nyaman di Pengungsian

Semarang – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati melakukan kunjungan  ke Kota Semarang, Jawa Tengah, terkait dampak banjir yang melanda di salah satu wilayah Genuksari, Kecamatan Genuk, Selasa (9/2/2021).

Menteri PPA  datang di salah satu tempat pengungsian di Masjid At Taqwa RT 7 RW 3 Genuksari, Kecamatan Genuk. Dalam kunjungan menteri itu, secara langsung melihat warga yang terkena dampak banjir di wilayah Genuksari.

Informasi yang dihimpun, lokasi itu sendiri merupakan tempat pengungsian warga.

Pantauan dilapangan, menteri PPPA tersebut datang di wilayah Genuksari pada pukul 13.30 WIB. Sesampainya di lokasi, menteri PPA menyapa sejumlah ibu-ibu dan anak-anak yang terkena dampak banjir di wilayah tersebut.

Sementara itu, menteri PPPA yang akrab disapa Bintang tersebut langsung membagikan bantuan keperluan sehari-hari kepada anak-anak dan ibu-ibu.

Bintang mengatakan apresiasi terhadap pemerintah daerah dalam kerjasama dengan kementerian. Khususnya perempuan dan anak-anak dalam kondisi aman dan nyaman di pengungsian dengan sesuai kebutuhan mereka yang terdampak.

“Kami apresiasi setinggi-tinggi kepada pemerintah daerah. Baik pemerintah daerah maupun BPBD. Saya melihat kerjasama yang sudah baik. Sehingga teman-teman atau saudara-saudara kita yang terkena musibah khususnya perempuan dan anak. Betul-betul dalam kondisi situasi aman dan nyaman sesuai dengan kebutuhan mereka, “kata I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dihadapan awak media seusai berkunjung di lokasi pengungsian Genuksari.

Menurut Bintang, kunjungan ke lokasi pengungsian banjir di Genuksari karena mendapatkan data dari pemerintah daerah, mencatat perempuan dan anak-anak sekitar 51 ribu. Dalam hal ini, bintang pun memastikan perempuan dan anak-anak merasa aman dan nyaman.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan data terkait perempuan dan anak yang terdampak. Dua hari yang lalu, hampir data yang didapatkan sekitar 51 ribu perempuan dan anak yang terdampak. Inilah jumlah yang cukup besar, yang kami pastikan anak-anak dan perempuan, betul-betul merasa aman dan nyaman dalam kebutuhan mereka agar memenuhi hak-haknya, “ujarnya.

Baca Juga  Kenang Kembalinya NKRI Dengan Peringati HBN

Bintang melanjutkan, penanganan perempuan dan anak-anak dalam kondisi bencana merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama-sama untuk memenuhinya.

“Syukur, kerjasama yang baik pemerintah daerah untuk memenuhi hak-hak perempuan dan anak-anak yang menjadi perhatian, inilah yang kami harapkan kedepanya. Kami pun jajaran kementerian di pusat sudah melakukan koordinasi secara intens di lintas kementerian terkait menyusun SOP di pengungsian tidak hanya evakuasi saja. Bagaimana penanganan di tempat pengungsian, perspektif untuk perempuan dan anak. Kebutuhannya dan perlindungannya,” imbuh Bintang.

Selain itu, Bintang memastikan turun ke daerah ditangani dengan baik. Agar tidak terjadi kerentanan yang berlapis terkait warga yang terdampak bencana banjir khusus perempuan dan anak-anak.

” Inilah kita pastikan turun ke daerah berkaitan dengan kerentanan yang berlapis di daerah-daerah. Tadi sudah saya tanyakan bahwa di Kota Semarang sudah ditangani dengan baik. Air sudah mulai surut, kemudian hanya beberapa titik saja. Di pengungsian ini, kebutuhan pokok dan kebutuhan spesifik perempuan dan anak-anak sudah dilakukan, sebelum kami memberikan edukasi. Maka apresiasi setinggi-tingginya, “tutup Bintang.

Sementara itu warga RT 5 RW 3 Genuksari, Fenna merasa senang mendapatkan edukasi dan bantuan dari Pemerintah Kota Semarang dan Kementerian PPPA.

“Cukup senang buat pengalaman anak-anak dan balita yang sudah diajari belajar menyanyi dan menggambar. Selain itu, dapat membantu terdampak banjir dan mendapatkan edukasi pencegahan Covid, “kata Fenna saat diwawancarai wartawan Gnews.id. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed