oleh

Mantan Sekda BR : Lebih Urgen Infrastruktur Jalan Daripada Bangun Patung

Pemalang – Ada rencana dari Plt. Bupati Pemalang Mansur Hidayat untuk menganti monumen Nanas Madu di Alun-alun Kabupaten Pemalang dengan monumen tokoh ulama sekaligus mantan Bupati Pemalang, Kyai Makmur, setelah mendapat saran tokoh masyarakat.

“Iya benar nanti disitu (tempat monumen nanas) akan dibangun monumen patung pahlawan Kabupaten Pemalang yaitu Bupati Pemalang Kyai Makmur.” ujar Mansur Hidayat, Plt Bupati Pemalang, beberapa hari yang lalu.

Monumen Nanas Madu ditengah-tengah Alun-alun Kabupaten Pemalang itu, kata Mansur, nantinya akan dipindahkan ke tempat yang lebih strategis seperti gerbang masuk kota ataupun exit tol.

Meski sudah direncanakan, ia menjelaskan keputusan penempatan patung monumen itu tetap ditangan masyarakat Pemalang. Segala saran dan masukan masyarakat terkait rencana tersebut akan didengarkan dan dipertimbangkan.

“Kita tidak memaksakan untuk diubah, semua kembalikan ke masyarakat, Pemkab hanya menerima aspirasi dan merealisasikannya.” terangnya.

Mansur mengungkapkan, rencana mengubah Monumen Nanas Madu menjadi Monumen Kyai Makmur muncul setelah adanya saran dari organisasi pejuang yaitu Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Kabupaten Pemalang.

“Maka kami rencanakan dan anggarkan,” jelasnya.

Sementara itu Plt Kepala Disperkim Pemalang, Iing Winarso, menjelaskan perkiraan anggaran yang akan digunakan dalam pembangunan monumen tersebut berkisar Rp300 juta.

Namun demikian, kata Iing Winarso, dari nilai anggaran tersebut masih bisa bertambah dengan melihat kebutuhan pembangunan, apakah nantinya sekedar direhabilitasi atau dirombak total.

“Desainnya nanti selain patung monumen pahlawan disekelilingnya juga akan dibuat relief yang menceritakan perjuangan rakyat Pemalang saat melawan penjajah.” jelas Iing Winarso.

“Dan kemungkinan akan mulai di bangun pertengahan tahun ataupun akhir tahun melihat kemampuan anggaran yang ada.” imbuhnya.

Menanggapi rencana penggantian monumen Nanas dengan monumen Kyai Makmur, Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Drs. Budi Rahardjo, MM kurang setuju. Menurutnya saat inu masih kurang urgen untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Menurutnya yang masih urgen dan dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Pemalang adalah perbaikan infrastruktur khususnya jalan.

Baca Juga  Sinergitas Pembangunan Hukum dan HAM, Bangka Tengah Sukses Catatkan Murok Jerami

“Daripada untuk buat patung anggarannya untuk focus infrastruktur jalan saja Bro. Patung bukan kebutuhan mendesak bagi Rakyat ya.” tegas Budi Rahardjo yang sering di sapa BR, Kamis (5/1/2023)

Disamping itu, Budi juga mempertanyakan apakah sudah mendapat ijin keluarga bila patung Kyai Makmur menggantikan patung nanas yang ada. Dia membandingkan dengan Keluarga (Bupati) Mochtar yang tidak memberikan ijin Bapak Mochtar Bupati Pemalang 1949-1954 dibuat patung hanya memberikan ijin untuk nama Jalan dan Stadion Olah Raga Sirandu saja.

“Ini untuk perbandingan bahwa pihak keluarga Mochtar saja tidak ijinkan pak Mochtar dibuat patung. Apalagi Kanjeng Kyai Makmur, bupati yang kyai,” jelasnya.

Mantan Sekda 8 tahun ini menyarankan apabila memberi penghormatan pada Kanjeng Kyai Makmur alangkah baiknya untuk mengganti nama Masjid Al Hidayah di Jl. Pemuda diganti Masjid KH. Makmur sebagaimana Masjid Noor Khalam di Alun-alun Kabupaten Pemalang.

“Ini lebih abadi dalam sejarah,” tandasnya. (RedG)

Komentar

Tinggalkan Komentar

1 komentar