oleh

Mantan Karyawan PT BRM Buka Suara Terkait Program Jahe Merah

Bangka Tengah — Sukiat mantan Karyawan PT. Berkah Rempah Makmur (BRM) buka suara terkait banyaknya warga masyarakat Bangka Tengah yang di Blacklist oleh Bank Sumsel Babel, terkait dengan program jahe merah tahun 2021 lalu.

“Untuk program jahe merah masyarakat Bangka Tengah yang di blacklist pihak Bank Sumsel Babel, itu bukan di bidangnya.

“Melainkan bidangnya hanya di pembibitan, pemupukan dan sosialisasi kepada masyarakat, ” ujar Sukiat kepada awak media, Kamis (4/1/2024).

Ia mengatakan bidang sosialisasi program jahe merah di lapangan kepada saudara Basrin, Siska dan Sari, mereka di bidangnya.

“Mereka yang mengetahui persis, kondisi dilapangan terkait sosialisasi program jahe merah kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan selama program jahe merah sampai usia 4 bulan tidak ada kendala, memasuki usia 4 bulan keatas jahe merah yang dibudidayakan diserang penyakit musarium yang ciri-cirinya yakni daun jahe merah bercak kuning.

” Saya pun sempat menyampaikan kepada Gubernur Erzaldi terkait jahe merah ini, terkena penyakit musarium yang menyerang jahe merah,” ucapnya.

Selain itu, ia pun tidak mengetahui program jahe merah ini. Dijadikan pinjaman Dana KUR kepada petani jahe merah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bangka Tengah Dian Akbarini mengatakan pihak pemerintah kabupaten Bangka Tengah tidak dilibatkan sama sekali program jahe merah.

“Selama sosialisasi jahe merah yang dikelola PT. BRM, tim penyuluhan dari Dinas Pertanian Bangka Tengah tidak dilibatkan,” ucapnya.

Ia menambahkan pemkab Bangka Tengah siap memfasilitasi warga Bangka Tengah yang nama-namanya di blacklist Bank Sumsel Babel. Kami menunggu dari pihak PT BRM, agar ini terlaksana,” imbuhnya (RedG/Rizal).

Komentar

Tinggalkan Komentar