oleh

Majelis Hakim Vonis Bebas 3 Terdakwa Timah Balok

Bangka Tengah – Sempat ditetapkan sebagai tersangka nasib Erwin, Ramon dan Saputera alias Putra, terdakwa kasus timah balok divonis bebas dari dakwaan.

Vonis tersebut diberikan Majelis Hakim yang dipimpin Rizal Taufani pada sidang putusannya pada Pengadilan Negeri Koba, Kamis (29/12/2022).

Diketahui sebelumnya, Erwin, Ramon dan Putra ini kedapatan membawa ratusan balok timah dari Gudang, tepatnya di rumah Ramon yang beralamatkan di Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah pada Juli 2022 lalu.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal Penuntut Umum, membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari dakwaan Penuntut Umum,” ujar Majelis Hakim Rizal Taufani.

“Memerintahkan Terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan, memulihkan hak-hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, sebelumnya Penuntut Umum Maharani Cahyanti, S.H menuntut tiga Terdakwa dengan tuntutan yang berbeda, yakni Erwin dituntut pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dikurangi masa penangkapan dan/atau penahanan yang telah dijalani.

Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp62.500.000.000 subsidiair 4 bulan pidana kurungan yang pelaksanannya dilakukan paling lama 1  bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Terdakwa Ramon dituntut penjara selama 3 tahun dan 6 bulan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp50.000.000.000 subsidiair 3 bulan pidana kurungan yang pelaksanannya dilakukan paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Saputera alias Putra dipidana penjara selama 4 tahun dikurangi masa penangkapan dan/atau penahanan yang telah dijalani. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp50.000.000.000 subsidiair 3 bulan pidana kurungan yang pelaksanannya dilakukan paling lama 1  bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum.

Diketahui, terdapat beberapa penimbangan Ramon divonis bebas yakni balok timah dengan berat 5.508 kilogram milik saksi Erwin yang ditampung di gudang Terdakwa merupakan balok timah yang berasal dari CV.United Smelting (CV.US) selaku pemegang IUP.

Baca Juga  Kedatangan Perpustakaan Keliling, Mahasiswa Ajak Murid SD Negeri Parungalih untuk Gemar Membaca

Kemudian balok timah yang diperoleh Terdakwa dengan berat 1097 kilogram dari Dendri, Wak Yos dan Unyil tidak dapat dibuktikan oleh Penuntut Umum apakah balok-balok timah tersebut perolehannya berasal dari pihak-pihak yang tidak memiliki izin, sehingga Majelis Hakim berpendapat bahwa tidak terdapat cukup bukti terhadap diri Terdakwa.

Sedangkan, terdakwa Putra melalui pertimbangan bahwa balok timah seberat 5.508 kilogram milik Erwin yang rencananya akan diangkut oleh Terdakwa merupakan balok timah yang diperoleh dari CV.United Smelting (CV.US) selaku pemegang IUP sehingga perbuatan Terdakwa yang akan mengangkut balok timah tersebut tidaklah bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kemudian terdakwa Erwin, diketahui menimbamg terhadap barang bukti yang ada dan berdasarkan fakta-fakta
yang terungkap dipersidangan terbukti barang bukti mana bukan merupakan hasil daripada kejahatan ataupun merupakan hasil daripada tindak pidana.

Sehingga berdasarkan Pasal 46 ayat 2 huruf b jo. Pasal 194 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, sehingga barang bukti di atas
yang merupakan milik Terdakwa, maka barang bukti tersebut harus dikembalikan kepada orang dari siapa barang bukti tersebut disita. (RedG /**).

Komentar

Tinggalkan Komentar