Solo-Laboratorium Komunikasi UNISRI kembali mengadakan Forum Diskusi (Fordis) disiarkan langsung melalui kanal YouTube FISIP UNISRI, Kamis (5/11-2020), mengangkat tema ” Setelah Menolak Omnibus Law, ke mana Mahasiswa ? “.

Fordis dilaksanakan di Gedung Seminar Lantai 3 UNISRI, menghadirkan Sugeng Riyanto (Wakil Ketua DPRD Surakarta), Sutrato (Aktivis GMNI 98 dan alumni FH UNISRI), Ikhsan Santiko (Presiden BEM UNISRI), serta Aditya Ervansa (Ketua DEM FISIP UNISRI).

Sugeng Riyanto memaparkan tiga poin intelektual mahasiswa yang tidak boleh hilang dimakan zaman yaitu membaca, menulis, dan diskusi. Ketiga hal itu sangat penting dalam terjadinya pergerakan mahasiswa.

” Ketiga point tersebut adalah titik pendewasaan dan evaluasi untuk diri sendiri dan ini sangat penting untuk terjadinya sebuah gerakan. Setidaknya tiga intelektualitas itu akan memberi mahasiswa positioning dalam sebuah gerakan atau aksi,” paparnya.

Aktivis GMNI 98, Sutarto menyampaikan sebelum demo mahasiswa perlu mengadakan analisa, sehingga dapat memunculkan usulan baru dari apa yang didemokan. Ia menambahkan, seharusnya mahasiswa sudah membaca dan mempelajari undang undang yang didemokan.

” Saya mengimbau mahasiwa untuk mempelajari materi undang-undang terlebih dahulu sebelum demo, sehingga menghasilkan demo yang pintar dan kritis, ” ungkapnya.

Presiden BEM UNISRI, Ikhsan Santiko menyatakan bahwa mahasiswa UNISRI setelah demo Omnibus Law masih ditempat yang sama dan tetap membela rakyat. Hal tersebut dibuktikan dengan antusias mahasiswa UNISRI pada saat mengikuti demo.

Mahasiswa Fakultas Hukum Unisri ini juga mengatakan mahasiswa UNISRI peka terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan rakyat. Diakhir pendapatnya Ikhsan Santiko juga menyampaikan sebelum melakukan aksi para mahasiswa juga mengadakan konsolidasi dan pembekalan lebih dahulu.

Ervanda selaku DEM FISIP UNISRI menyayangkan pihak media yang lebih menyoroti soal rusaknya fasilitas umum sehingga seolah mengesankan mahasiswa jika demo melakukan tindakan anarkis.

Diskusi berjalan hangat secara daring. Para peserta dengan percaya diri menyampaikan pendapatnya dan menimpali pendapat para pemantik, karena tingginya antusiasme peserta, diskusi diperpanjang selama 30 menit secara luring (*)

Tinggalkan Komentar