oleh

Mahasiswa KKN UPGRIS 2020  Sosialisasi Sulap Limbah Tempe Jadi POC

Semarang – Mahasiswa KKN UPGRIS 2020 menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair bagi anggota UMKM Gerai Kopi dan kader PKK di Balai Kelurahan, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang (04/02).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta UMKM Gerai Kopi dan 30 kader PKK di wilayah Kelurahan Muktiharjo Kidul, Semarang. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberdayakan warga dan pemilik UMKM mengurangi limbah cair yang dihasilkan pemilik UMKM khususnya industri tempe yang berlimpah serta limbah rumah tangga di wilayah Kelurahan Muktiharjo Kidul. Antusiasme peserta yang hadir tampak begitu besar dengan adanya narasumber yang didatangkan langsung dari UPGRIS.

Kegiatan ini dilaksanakan karena melihat banyaknya limbah yang dihasilkan oleh pemproduksi tempe dan tahu yang ada di lingkungan Kelurahan Mukhtiharjo Kidul, baik limbah padat berupa kulit ari maupun limbar cair berupa rebusan kedelainya. Pelatihan pembuatan POC hanya menggunakan limbah cairnya saja karena limbah padatnya sudah dimanfaatkan warga untuk pakan ternak. Sementara itu, pemateri kegiatan pelatihan Fine Reffiane S,Pd., M.Pd. menuturkan pemanfaatan limbah cair dari hasil produksi industry tempe dapat diguakan sebagai bahan pembuatan pupuk organic cair.

“limbah cair bekas godokan tempe itu masih mengandung protein jadi sayang jika dibuang, karena manfaatnya besar” tutur Fine Reffiane.

Limbah yang tadinya hanya dibuang kini bisa bisa dijadikan POC oleh warga dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian yang ada di Kelurahan Mukhtiharjo Kidul. Selain itu, adanya uji coba pembuatan secara langsung dengan di pandu oleh narasumber membuat peserta lebih paham mengenai proses pembuatannya. Menurut Indah salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa dirinya sangat puas mengikuti kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair tersebut.

Baca Juga  SMK JAPA Gelar Malam Tirakatan Satu Suro

“Pelatihan ini membuat saya menjadi paham cara pemanfaatan limbah yang biasanya hanya saya buang.” ungkap Indah. (RedG/Ade)

Komentar

Tinggalkan Komentar