oleh

Mahasiswa KKN Institut Agama Islam Pemalang Menggelar Seminar Anti Bulying di MTs Al-Muawanah

Pemalang- Sebanyak 500 Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Muawanah aktif berpartisipasi dalam sebuah seminar dengan tema “dampak bullying di lingkungan madrasah dan Kesehatan mental siswa” yang diadakan di aula MTS Al-Muawanah Kendaldoyong Petarukan Kabupaten Pemalang. Sabtu (9/03/2024)

Acara tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Agama Islam Pemalang (INSIP), yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa.

Narasumber utama dalam seminar ini adalah Arina Athiyaallah, B HSC, M. Psi seorang ahli psikologi dan aktivis anti-bullying yang memiliki pengalaman luas dalam mendidik mengenai dampak negatif perilaku bullying.

Dalam seminar tersebut, Arina Athiyaallah, B HSC, M. Psi membagikan wawasan mendalam tentang strategi pencegahan bullying, pentingnya empati, serta cara membangun budaya sekolah yang inklusif dan saling mendukung. Para siswa MTs Al Muawanah Kendaldoyong sangat antusias mengikuti acara ini, menunjukkan keseriusan mereka untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif.

Para mahasiswa KKN yang mengorganisir seminar ini memiliki tujuan yang jelas: memberikan pemahaman mendalam tentang masalah bullying dan mendukung pembentukan lingkungan yang aman di MTs Al Muawanah Kendaldoyong. Mereka berhasil menciptakan forum yang interaktif, memungkinkan para siswa untuk bertanya langsung kepada narasumber, berbagi pengalaman mereka, dan mendiskusikan ide-ide baru.

Seminar anti-bullying tidak hanya menjadi acara pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum emansipasi bagi para siswa untuk bersuara dan berbagi pandangan mereka tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Keikutsertaan siswa MTs Al Muawanah Kendaldoyong mencerminkan kesadaran mereka akan pentingnya mendukung inisiatif anti-bullying. Antusiasme para peserta menciptakan atmosfer positif, menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya melihat seminar sebagai kegiatan wajib, tetapi sebagai peluang untuk benar-benar membawa perubahan ke dalam komunitas mereka.

Baca Juga  Cegah Corona, Pemdes Mejagong Gelar Penyemprotan Disinfektan

Arina Athiyaallah, B HSC, M. Psi memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana membangun budaya sekolah yang bebas dari intimidasi, dan para siswa merespon dengan antusiasme untuk menjalankan prinsip-prinsip ini di kehidupan sehari-hari mereka. Mereka diingatkan akan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan aman.

Setelah seminar selesai, para peserta diberikan panduan praktis oleh narasumber tentang langkah-langkah konkrit yang dapat mereka ambil untuk memerangi bullying. Langkah-langkah ini mencakup membangun keterampilan empati, mempromosikan dialog terbuka, dan melibatkan seluruh komunitas sekolah dalam upaya pencegahan bullying.

Sebagai langkah lanjutan, mahasiswa KKN Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) dalam memberikan dukungan berkelanjutan kepada MTs Al Muawanah kendaldoyong dalam usaha mereka menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying, mahasiswa KKN membentuk Satgas Anti-Bullying di lingkungan madrasah yang langsung di bawah naungan guru BK dan kesiswaan madrasah.

Mereka berharap seminar ini menjadi pemicu perubahan positif dalam budaya sekolah, mendorong kolaborasi antar-siswa, guru, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan membawa dampak positif bagi semua.(red)

Komentar

Tinggalkan Komentar