Brebes- Salah satu alumni mahasiswi jurusan Teknik Informatika (TI) Universitas Dian Nuswantoro Semarang lulusan tahun 2019 ini mengakui suka dunia TI. Hal ini diungkapkan cowok asal Brebes kelahiran 13 Maret 1997, Imam Syafii yang terobsesi usaha yang digeluti terkenal di mancanegara.

Semenjak lulus kuliah bahwa dia bercita-cita ingim membuka usaha fotografi yang sesuai dengan hobi dan pendidikannya. Niatan awal membuka fotografi gagal, Imam Syafi menjelaskan keluarga dia sudah memiliki usaha bawang dan cabe rawit dan orangtua dia menginginkan melanjutkan usaha tersebut.

” Jadi begini, ada seseorang tersebut sebagai orang yang memberi masukan buat saya. Awal saya pengin buka usaha fotografi sesuai sama hobi. Tetapi, waktu baru rencana dari keluarga saya terutama kaka saya memberi nasihat seperti ini “Kalau sudah ada jalan bagus jangan buat jalan sendiri”. Ibarat kata usaha keluarga tinggal mengembangkan saja milik orangtua, “paparnya, saat dihubungi Gnews.Id, Jumat (19-6-20)malam.

Imam Syafii juga menuturkan ilmu yang didapatkan di TI tersebut, dia akan menerapkan ilmunya di usaha melalui pemasaran online.

” Ilmu yang saya dapat dari jurusanku secara perlahan tak terapin di usahaku, contoh promosi usaha menggunakan teknologi yang sekarang (red-e commerce), “ungkapnya.

Menurut Imam, dia sekarang menjadi Wakil Pemimpin di UD Maju Jaya dan masih dibawah naungan orangtua. Karena, Imam Syafii dalam tahapan usaha masih berproses.
” Kalau sekarang aku fokus ke bawang dulu. Bawang sudah berhasil mau menjuru belajar ke cabe rawit. Co leader saat ini yang saya pegang di usaha orangtua. Semisal, sudah berhasil mengelola bisnisnya orangtua perlahan melepas. Saat ini, masih jadi dalangnya,”tuturnya.

Saat ditanya Gnews Id mengenai lahan perkebunan, Imam Syafii tidak membeberkan lahan yang ia miliki. Tetapi dia, menuturkan usaha yang digeluti masuknya suplyer yang membeli langsung dari petani.

” Ikutnya suplyer jadi beli langsung dari petani, “katanya.

Lalu, usaha yang dipimpin dia membuahkan hasil tersebut sudah memiliki pelanggan tetap dipasar daerah Jawa dan Luar Jawa.

“Karyawan itu sskitar 50 sudah sama yang turun ke sawah. Saat ini, ada 3 Pasar yaitu Pasar Induk Cibitung, Pasar Induk Cikopo, dan Pasar Induk Metro Lampung, “jelasnya

Diceritakan Imam Syafii, perjalanan di dunia bawang itu memiliki cerita, berawal prediksi panen yang tidak sesuai dengan rencana. Bahkan sampai rugi puluhan juta rupiah.

“Seringnya seperti itu semisal bawang dari sawah prediksi 1 ton keluar. Eh, keluar hanya sekitar 8 kuintal. Keluarnya sedikit, tidak sesuai dengan harapan. Kalo rugi ya bisa puluhan juta, “akunya.

Saat disinggung mengenai penghasilan usaha, Imam mengungkapkan, penghasilannya bisa mencapai 1 Miliar per bulannya.
“Ya kalo di hitung bisa mencapai 1 Miliar per bulan tapi itu masih kotor belum bersih, “katanya.

Saat di tengah obrolan, Imam mengidolakan pengusaha besar di daerahnya yang bisa ekspor dan impor bawang mancanegara.

“Harapanya saya biar usahanya besar seperti H Sanjir yang bisa ekspor dan impor bawang, “paparnya

“Nikmatin masa mudamu. Lebih baik sibuk berbismis daripada sibuk berkhayal. Kejar suksesmu sebelum umur 30 tahun atau sebelum nikah. Doakan saja agar usaha saya menjadi pengusaha bawang nomor 1 di Brebes, “tutupnya. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Komentar