Banyumas – LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perguruan Tinggi Inklusi Bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Banyumas di Rumah Makan Oemah Daun Purwokerto,  25 Juni 2020.

LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah mengharapkan UNU Purwokerto Banyumas menjadi perguruan tinggi yang siap menuju inklusi, “perguruan tinggi memiliki peran merubah mindset masyarakat tentang inklusi, bisa memasukkan mata kuliah pendidikan inklusi, mengembangkan inovasi-inovasi terkait inklusi, dan membentuk semacam unit atau pusat layanan disabilitas, serta pendampingan ke madrasah dan sekolah inklusif di Banyumas” demikian disampaikan Ratna Andi Irawan, ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah.

Saat ini sudah ada 7 madrasah inklusi yang didamping LP Ma’arif dan Unicef di Banyumas dan ada 1 SD Negeri, yaitu MI Salafiyah Kebarongan Kemranjen, MTs Al Hidayah Purwokerto, MTs Ma’arif NU 1 Sumpiuh, MI Ma’arif NU Ciberem, MI Ma’arif NU 1 Kaliwangi, MI Ma’arif NU Bentul Kebasen, MI Ma’arif NU 01 Karangkemiri Pekuncen, dan SDN 05 Arcawinangun.

Rektor UNU Purwokerto, Prof Dr Rochadi Abdulhadi menyampaikan bahwa lulusan UNU Purwokerto adalah sarjana yang memiliki cara berfikir yang berlandaskan fikroh yang dinamis, memiliki toleransi yang tinggi, dan kasih sayang kepada semua makhluk. Sebagaimana visi UNU, “universitas unggul menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berkarakter Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” terangnya.

Rochadi menambahkan misi UNU di antaranya adalah agar sebanyak mungkin orang-orang NU bisa mengikuti kuliah sehingga UNU menjaring sebanyak-banyak masyarakat yang ingin kuliah di UNU dengan memberikan beasiswa baik beasiswa anak yatim, beasiswa hafidh Qur’an, dan bagi yang kurang mampu biaya kuliah disesuaikan dengan kemampuannya. Saat ini di UNU juga ada satu mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus.

“di UNU sudah ada satu mahasiswa yang memiliki keterbatasan mental” tambahnya.

Sementara tim dari Unicef, Belly Lesmana menyampaikan bahwa perguruan tinggi seperti UNU Purwokerto memiliki peran penting dalam perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. “Edukasi adalah senjata yang paling baik untuk mengubah dunia” jelas Belly sambil menyitir pendapat Nelson Mandela.
FGD ini menghasilkan beberapa poin penting untuk ditidak lanjuti, di antaranya adanya kesepakatan menjalin kerjasama antara UNU Purwolerto dan LP Ma`arif NU PWNU Jawa Tengah melalui MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), menyiapkan kampus UNU Purwokerto menjadi kampus inklusif dengan langkah awal mendirikan Pusat Layanan Penelitian dan Pendidikan Inklusif dibawah LPPPM UNU Purwokerto, UNU Purwokerto akan melanjutkan melakukan pembinaan terhadap Madrasah/Sekolah Inklusif mitra program LP Ma`arif – UNICEF sekalgus menjadikan madrasah/sekolah tersebut sebagai laboratorium pengembangan layanan inklusif, FGD Lanjutan untuk membahas Draft MoU/PKS UNU Purwokerto dan LP Ma`arif NU terkait pengembangan layanan Pendidikan Inklusif di Kampus, melaksnakan penandatangan MoU dengan menghadirkan tokoh kunci/stakeholder Kabupaten Purwokerto dan Madarsah Inklusif, dan FGD bersama untuk mendampingi UNU dalam merumuskan model Pusat Layanan Penelitian dan Pendidikan Inklusif dibawah LPPPM UNU Purwokerto.

Hadir dalam FGD tersebut tim pendidikan inklusi dari LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Rektor UNU Purwokerto, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Ketua LPPM, Ketua LP3M, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dekan FSEH, tim Sistem Pengendalian Internal (SPI) UNU Purwokerto, dan sekretaris LP Ma’arif PCNU Banyumas. Dan hadir via daring melalui zoom tim dari Unicef, Belly Lesmana. (RedG).

Tinggalkan Komentar