oleh

Lokakarya Pestarama #9 : Penyutradaraan dalam Dunia Teater

Jakarta – Lokakarya Pestarama #9 bertema “Produksi dan Penyutradaraan” telah terlaksana pada Kamis (11/1/2024 ) di Ruang Teater Lantai 1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FITK, UIN Jakarta sebagai salah satu rangkaian lokakarya sebelum pelaksanaan Pestarama #9. Sekilas info, bahwasanya Pestarama merupakan akronim dari Pekan Apresiasi Sastra dan Drama yang diselenggarakan oleh mahasiswa PBSI, UIN Jakarta setiap satu tahun sekali pada semester 6.

Pada lokakarya pertama ini, terdapat dua narasumber pada lokakarya ini, di antaranya materi produksi disampaikan oleh Wulan Pusposari, S.Pd dan materi penyutradaraan disampaikan oleh Ari Sumitro.
Ari Sumitro pernah menjabat sebagai ketua Teater Syahid UIN Jakarta dan saat ini berkecimpung dalam dunia perteateran khususnya penyutradaraan. Ari menyampaikan hal-hal pokok seputar menjadi seorang sutradara khususnya dalam dunia teater. Dimulai dari apa modal utama yang dibutuhkan untuk menjadi seorang sutradara.

Ari menjelaskan bahwa terdapat tiga hal modal utama dalam menjadi sutradara. Pertama adalah penguasaan emosional. Seorang sutradara harus memiliki kecerdasan emosional yang baik.

“Yang paling penting udah menjadi modal sutradara itu penguasaan emosionalnya”. Selain memiliki kecerdasan dalam hal wawasan dan pengetahuan, seorang sutradara harus memiliki kecerdasan emosional yang bagus juga”, ucap pria yang kerap juga menjadi seorang aktor teater, Kamis (11 /1/2024)

Berikutnya adalah kepemimpinan. Seorang sutradara perlu memiliki jiwa kepemimpinan. Ari menyebutkan bahwa seorang sutradaralah yang menentukan haluan kapal dari pementasan teater nantinya.
Selain itu, modal utama yang tidak kalah penting adalah waktu. Tentunya, seorang sutradara harus meluangkan banyak waktu. Sutradara perlu banyak waktu untuk memikirkan berbagai adegan dalam pertunjukan teater nantinya.

Baca Juga  Seminar nasional "Ancaman dan upaya penanggulangan terorisme di Indonesia"

Berdasarkan pemaparan di atas, Ari menjelaskan betapa pentingnya 3 modal tersebut dimiliki oleh sutradara. Pertama adalah penguasaan emosional, kedua kepemimpinan, dan ketiga adalah adalah waktu.

Tentu, dengan hadirnya lokakarya ini, dapat menambah wawasan mahasiswa PBSI yang akan melakukan pementasan teater pada Pestarama#9 bulan Mei nanti. Ini menjadi pengetahuan yang begitu bermanfaat, khususnya bagi mereka yang akan berperan sebagai sutradara.(RedG /Rania NM)

Komentar

Tinggalkan Komentar